Ekpspos Bersama Watannas, Kepala Bappeda Sebut Lahan Pertanian di RL Makin Berkurang

PEWARTA: ZULFIMAIDI REJANG LEBONG 

Foto: Ekspose dihadapan Watannas, Jumat 
PORTAL – Akibat alih fungsi, lahan pertanian di Kabupaten Rejang Lebong (RL) semakin berkurang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) RL Ir H Zulkarnain MT pada Ekspose Kajian Daerah dan menyampaikan potensi Rejang Lebong dihadapan Sekretariat Dewan Ketahanan Nasional (Watannas) RI, Jumat (28/04).
Selain itu, kata Zulkarnain, pengentasan kemiskinan harus diwujudkan,  pemanfaatan lahan, tapal batas, hutan nantinya bisa terlaksana dalam waktu singkat sehingga potensi besar yang dimiliki oleh Rejang Lebong dapat dibawa dan disampaikan kepada Presiden RI. 
“Semua program visi misi telah dilaksanakan, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, wisata, dan penanggulangan kemiskinan. Namun untuk menjalankan itu semua, memerlukan perubahan dan waktu yang panjang, tapi pemerintah tetap optimis akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Dia.
Ekspose tersebut, dibuka oleh Wakil Bupati RL H Iqbal Bastari, dihadiri oleh Sekda RL, dihadapan rombongan Watannas diantaranya, Irjen Polisi Bambang Hermanu, SH, Deputi Sistem Ketahanan Nasional Mayjen TNI Dr. Drs. Tahan SL Toruan, MM, D.SS, beserta Rombongan  beserta segenap unsur OPD dilingkugan Setdakab RL.
Sekjen Watannas yang dikomandoi Staf Ahli Bidang Ekonomi beserta rombongan melakukan kajian daerah dalam rangka ketahanan nasional. Ada tiga hal yang menjadi fokus permasalahan yang akan dikaji dan tangani, antara lain pengendalian lingkungan hidup, sengketa tapal batas serta alih fungsi lahan.
Dalam sambutannya, Irjen Polisi Bambang Hermanu SH memaparkan, kondisi ketahanan nasional yang di dalamnya meliputi aspek, politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum. 
“Ini bagian dari program Dewan Ketahanan Nasional RI dalam bidang pengkajian daerah, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong,” paparnya.
Dia mengajak pemerintah daerah dan masyarakat menjaga kerukunan antar umat beragama sebagai salah satu aset penting yang harus tetap dipertahankan. Karena ini merupakan bagian tugas dalam membantu Presiden menyelenggarakan pembinaan ketahanan nasional guna menjamin pencapaian tujuan dan kepentingan nasional Indonesia. 
Guna memastikan hal tersebut, pihaknya harus mendengar dan melihat langsung dan mendapatkan informasi permasalahan yang ada. Terlebih lagi, semua yang didapati di lapangan, akan dilaporkan langsung ke Presiden RI.
“Semua pihak diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif, jangan sampai kita terpecah belah,” ajaknya. 
Editor: Uj
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *