ASN Diduga Lakukan Pungutan Biaya Rapid Test, Sekda Lebong Kecewa

0
580

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Mencuatnya pemberitaan di beberapa media cetak dan online terkait adanya kutipan biaya Rapid Test terhadap pasien diduga Covid-19 oleh oknum Aparatur Sipil Negara yang betugas di instalasi laboratorium RSUD Lebong sebagaimana diakui oleh Direktur RSUD Lebong, dr. Ari Afriawan kepada awak media ini saat dikonfirmasi terkait merebaknya isu bahwasanya menggunakan alat Rapid Test bantuan Pusat yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu ke RSUD Lebong dimana peruntukannya jelas dan tidak boleh diperjual belikan.

Diwawancarai awak media ini di sela–sela mendampingi kegiatan Bupati Lebong, H Rosjhonsyah S.IP, M.Si sebagai narasumber pada acara berskala nasional “Webiner”,  Sekretaris Daerah Lebong, Drs. H Mustarani Abidin SH, M.Si yang juga adalah panglimanya Aparatur Sipil Negara menyampaikan ungkapan kekesalan dan kekecewaannya atas peristiwa tersebut.

Mustarani Abidin yang dikenal tegas ini sangat berbanding terbalik sikapnya saat diwawancarai terkait permasalahan yang melanda RSUD Lebong saat ini. Entah karena terlalu kecewa dan sesak dengan kekesalan dan juga mungkin sedih dengan nada lembut tapi tetap tajam kepada awak media menyampaikan bahwa sangat menyanyangkan peristiwa dan permasalahan yang kini sedang melanda RSUD Lebong.

“Jika benar masalah tersebut terjadi, saya sangat menyayangkan itu. Akan tetapi saya akan segera perintahkan Inspektorat untuk turun menangani permasalahan tersebut,” ungkap Mustarani.

Saat ditanya jika terbukti ada kesengajaan (pungli) dan hal itu benar adanya apakah nanti akan dilimpahkan ke Tim Saber Pungli.

“Iya kalau memang terbukti bisa diproses secara hukum. Akan tetapi kita minta APIP dulu untuk turun dan segera melaporkan hasilnya,” jelas Mustarani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here