PORTAL BENGKULU – Kecelakaan lalu lintas menimpa Bus Sriwijaya jenis Mitsubishi dengan nomor polisi BD 7032 AU. Bus tersebut berangkat dari arah Bengkulu ke Palembang pukul 14.00 WIB, Senin (23/12/2019). Di tengah perjalanan, ketika melewati tikungan Lematang Indah di KM 9, bus yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak dinding pembatas. Diduga akibat rem bus blong.
Berangkat dari loket, bus tersebut membawa 27 penumpang, diantaranya 17 penumpang dari Kota Bengkulu dan 10 dari Bengkulu Utara, adapun penumpang tambahan merupakan penumpang yang menaiki bus ketika dalam perjalanan Bengkulu-Palembang. Jadi total penumpang bus tersebut sebanyak 54 orang.
Kemudian, bus mengalami kecelakaan masuk jurang di Liku Lematang, Desa Perahu Dipo Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, pada Senin (23/12/2019) sekira pukul 23.15 WIB.
Hingga berita ini ditayangkan, penumpang yang meninggal dunia akibat kejadian itu jumlahnya mencapai 28 orang dari jumlah sebelumnya 26 orang. Hingga Selasa (24/12/2019) pukul 21.00 WIB, dari jumlah 28 korban meninggal dunia, 2 korban belum berhasil diidentifikasi. Sedangkan 16 orang korban meninggal dunia diantaranya telah dijemput oleh keluarga korban.
Berikut daftarnya:
- Rizki Saputra (L), Pergito Muara Enim
- Sonia (P), 17 tahun, Pergito, Muara Enim
- Kelvin Andeka ( L ), Dusun Kepahiang, Bengkulu
- Okti Karusniati ( P ), 35 tahunm Jalan Kuala Lempuing Kec Ratu Agung, Kota Bengkulu
- Fadhil (L) 10 tahun, Dusun Marya Mula, Pondok Kubang Bengkulu Tengah
- Rahmat Hhidayat (L), Desa Air Kelinsar Empat Lawang
- Farel (L), Desa Kepahiang, Bengkulu
- Feryi Aprizal (L) 34 tahun, Palembang
- Nanik (P ) , Ulu Musi
- Ulul ( p ) Banyu Asin
- Yasiroh ((P), Bengkulu
- Ayu Intan Sekarwati (P), 9 tahun, Mukomuko Bengkulu
- Melia Sapira (P), Bengkulu
- Efran Fadilah akbar (L), Kepahiang Bengkulu
- M Akbar Prabowo (L), 13 tahun, Banyu Asin
- Metriani Andeka (P), Kepahiang, Bengkulu
- Ali Jaya ( L) , Bengkulu
- Ilyas (L) , Palembang
- Jimmi Yuda Sanjaya ( L) 23 tahun, Empat Lawang
- Warsono ( L) kec maryana, banyuasin
- Imron ( L ) engano bengkulu.
- Rosita 50 th ( P) jl sriwijaya kape sidorejo pasar muara enim
- Feri 48 th laki laki belakang pondok kec ratu samban Bengkulu
- Dwi sunarto 56 th ( L ) ds bukit kec. Semidang bengkulu tengah.
- Raihan gani ( L ) umur 5 th ank dari no 10 alamat ulu musi
- Raisa ( P ) 5 tahun, Palembang
- Identitas belum diketahui
- Identitas belum diketahui
Gubernur Sampaikan Belasungkawa
Kabar duka kembali melanda Provinsi Bengkulu, kejadian kecelakaan Bus Sriwijaya tujuan Bengkulu – Palembang di Liku Pematang, Desa Perahu Dipo Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Senin (23/12/2019) sekira pukul 23.15 WIB.
Atas kejadian ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kejadian ini, untuk pihak keluarga semoga diberikan ketabahan dan kesabaran atas musibah kecelakaan ini.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan rasa duka yang mendalam, dan kita sama-sama mendoakan para korban. Begitu juga, untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran atas cobaan yang berat ini,” terang Gubernur.
Gubernur menambahkan, koordinasi dengan pihak Basarnas Bengkulu telah dilakukan, dan sudah diteruskan pada pos terdekat yaitu pos kota manna, agar segera mengirimkan Tim untuk membantu proses evakuasi korban bekerjasama dengan Tim di lokasi.
Selain itu, pihak Rumah Sakit juga sudah mengirimkan ambulans ke lokasi kecelakaan, untuk membantu membawa korban kembali ke Provinsi Bengkulu maupun dipulangkan langsung kerumah duka.
“Koordinasi dengan Basarnas sudah dilakukan, kemudian telah diteruskan pada pos terdekat di kota manna agar segera mengirim tim ke lokasi. Selain itu, Tim Tagana dari Dinas Sosial juga sudah dikirimkan. Begitupun, Kendaraan ambulans untuk membawa korban sudah dikirimkan,” jelas Rohidin.
Gubernur Rohidin juga mengingatkan, pelaku jasa angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) perlu betul-betul memperhatikan kondisi kendaraan operasional, maupun sopir untuk lebih tertib dan berhati-hati dalam berkendara. Sehingga, kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.
“Kita peringatkan, kepada pelaku jasa angkutan umum AKAP untuk mengecek secara berkala kondisi kendaraan yang dioperasikan, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan yang tentu tidak kita inginkan,” pungkas Rohidin.(BT)