PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Masih belum lepas dalam ingatan dan pembicaran di tengah masyarakat Desa Tik Jeniak tentang derita seorang ibu yang berjuang melawan penderitaan karena mengalami serangan kanker payudara hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Sementara ini masih ada ibu malang lainnya yang tengah berjuang melawan penderitaan yang sama. Sebut saja Cik Ida (50), istri dari Harion Toni. Ibu dari dua anak yang sementara salah satu anaknya masih menempuh pendidikkan di salah satu SMK di kota Curup Kabupaten Rejang Lebong merupakan warga Desa Tik Sirong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong. ‘
Keadaan dan keberadaan serta kondisi Cik Ida ini menyebar luas di media sosial dan media cetak serta online sehingga mendapatkan perhatian dari masyarakat bahkan dari kabupaten lain. Pun informasinya telah sampai kepada Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, MM. Kamis (14/11), Rachman bersama rombongan melakukan anjangsana ke tempat kediaman Cik Ida di Desa Tik Sirong.
Saat dikonfirmasikan, Rachman menyampaikan himbauan kepada semua masyarakat Kabupaten Lebong untuk selalu melaksanakan pola hidup sehat dan tidak segan-segan untuk memeriksa kesehatannya di puskesmas teredekat. Hal ini untuk antisipasi serta deteksi dini akan kemungkinan adanya gangguan kesehatan seperti yang dialami oleh Cik Ida.
”Sekali lagi tolong agar semua masyarakat untuk tidak segan-segan memeriksakan kesehatannya. Apalagi ada benjolan atau pembengkakan pada payudara yang tidak biasanya atau gejala yang patut diduga adalah tumor atau kanker,” ungkapnya.
Di lain pihak dalam penelusuran awak media ini, Selasa (12/11) lalu, di aula Kecamatan Rimbo Pengadang memergoki ada sosok relawan sejati yang sangat peduli kepada sesama dan merasa prihatin atas kondisi yang dialami oleh keluarga Cik Ida dam melakukan penggalangan dana untuk membantu pengobatan.
Dia adalah seorang Perwira TNI yang diamanahkan menjabat sebagai Danramil 409-08 Rimbo Pengadang, Kapten CBA M Arif Parwoko.
”Kita harus lebih peduli terhadap sesama terkhusus orang-orang yang berada di sekitar kita. Mari kita tumbuhkan rasa empati dan simpati sehingga hidup kita lebih berharga dan bermakna,” kata Danramil.
Kata-kata yang seakan akan ditujukan kepada pihak-pihak tertentu yang seyogyanya bisa dan mampu memberikan bantuan lebih kepada sesama.






