Jaringan Irigasi Induk Mukomuko Ambrol, Ribuan Hektar Sawah Nyaris Gagal Panen

PEWARTA : RISMAIDI 
RABU 20 DESEMBER 2017 



PORTAL MUKOMUKO – Akibat ambrolnya jaringan irigasi induk BM IV, tepatnya pada titik saluran di Desa Suka Pindah Kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko, nyaris saja berakibat gagalnya panen ribuan hektar sawah yang menggantungkan kebutuhan air dari saluran irigasi tersebut.

Berkat kesigapan pihak petugas UPTD setempat yang segera mengambil inisiatif melakukan penanggulangan dini dengan mengerahkan personil melakukan perbaikan, kekhawatiran gagal panen terhadap sawah warga sekitar dapat teratasi.

Diakui oleh Kepala UPTD Desa Lubuk Gedang kecamatan Lubuk Pinang, Bustari MSi, saluran irigasi mengalami kerusakan, yang diperkirakan lantaran sudah lama dibangun alias sudah tua. Ditambah lagi dengan terjangan air yang cukup deras.

” Jika siring itu jebol, dan tidak cepat dilakukan perbaikan, bisa-bisa para petani di daerah ini gagal penen,” ungkap Bustari.

Mengingat usia bangunan irigasi tersebut sudah cukup tua dan dengan adanya kejadian itu Bustari mengharapkan, pihak Pemprov dapat segera mengajukan usulan kepada pemerintah pusat guna menyediakan anggaran perbaikan secara total.

Dijelaskan pula oleh Kasubag TU UPTD setempat, Hasan Azhari ST, luas persawahan yang diairi bendungan Air Manjuto di Desa Pondok Panjang kecamata Air Manjuto itu sangat luas dan menjadi pemasok air satu-satunya ke sejumlah areal persawahan di daerah itu.

Rinciannya kata Hasan, Manjuto Kiri pontensi 6.285,25 ha, yang berfungsi 2.558,5 ha, yang telah terealisasi 2.100,5 ha, Manjuto Kanan potensi 3.207,75 ha, yang berfungsi 694 ha, yang terealisasi 295 ha.

” Persawahan di kecamatan Selagan Raya, bepotensi 2.354 ha, yang berfungsi 1.339 ha, terealisasi 1.331 ha. Dan selanjutnya di kecamatan Teramang Jaya, potensi 1.309 ha, fungsi 494 ha, dan realisasi 123 ha,” beber Hasan.


Editor : Uj

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *