Polisi Terus Dalami Motif Dugaan Pembunuhan sadis

0
1560

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Hingga saat ini, jajaran kepolisian terus melakukan pemeriksaan dan mendalami kasus dugaan pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong. Peristiwa berdarah terjadi terjadi Jumat (22/04/2022) yeng menyebakan korban meninggal dunia dengan kondisi yang sangat sadis yaitu dengan leher terpenggal hingga terpisah dari raganya. Pelaku pembunuhan sadis ini tiada lain adalah Ag 21 tahun, keponakan dari korban almarhun TN 55 Tahun yang sesama warga dan berdomisili di Desa Tik Kuto.

Pasca tersangka diamankan dan dilanjutkan dengan proses hukum di Polres Lebong, berbagai pertanyaan publik muncul yang intinya ingin mengetahui apa sebenarnya motif yang melantarbelakangi dibalik peristiwa pembunuhan yang teramat sadis ini.

Pada Sabtu 23 April 2022 Rudhy Muhammad Fadhel, selaku Kepala Biro Media Online PortalBengkulu.com Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu bersama dengan seorang rekan wartawan televisi mendapat kesempatan untuk melaksanakan peliputan khusus kunjungan Kapolres Lebong, AKBP. Awilzan S.IK ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tiada lain adalah rumah duka (kediaman) korban almarhum TN yang juga bersebelahan dengan kediaman pelaku bersama orang tuannya, Ag.

Kurang lebih hampir satu jam sebelum kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Lebong di lokasi TKP/tempat kediaman korban yang juga bersebelahan dengan tempat kediaman pelaku dan keluarganya, awak media berkesempatan mewawancarai beberapa orang tetangga pelaku dan korban guna mendapatkan informasi berbagai hal yang berkaitan dengan terjadinya peristiwa pembunuhan sadis yang dilakukan oleh keponakan terhadap pamannya.

Adalah Lasmudin SH, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga adalah sebagai Pejabat Camat Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong yang rumahnya berhadapan langsung dengan TKP. Dan Desa Tik Kuto adalah salah satu desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Rimbo Pengadang.

Kepada awak media PortalBengkulu.com, Lasmudin menyampaikan beberapa hal terkait peristiwa pembunuhan hingga korban terpenggal kepalanya sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya bahwa:

Diduga Depresi, Pelaku Pembunuhan Sadis Sebut Terima Wangsit

Kapolres Lebong, AKBP. Awilzan, S.IK Sambangi Rumah Duka Korban Pembunuhan Sadis

Di samping dugaan depresi dan lain sebagainya yang muncul di publik sebagai dugaan motif yang melantarbelakangi terjadinya peristiwa pembunuhan sadis hingga korban terpenggal kepalanya tersebut, hendaknya publik bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penyidik di dan pada Polres Lebong untuk menguak hingga menjadi jelas dan terang benderang serta memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Diceritakan oleh Lasmudin bahwa saat kejadian adalah istrinya yang menjaga warung miliknya mendengar ada suara jeritan dan suara seperti seseorang sedang memotong kayu dengan parang dari arah rumah korban dan rumah pelaku. Demi mendengar jeritan suara tersebut, istri Lasmudin mencoba mencari tahu.

”Setelah mendengar jeritan  istri saya berlari pulang sambil menutup pintu warung dan segera menghubungi saya yang sedang berada di luar rumah. Demi mendapatkan informasi dari istri saya tersebut, saya segera kembali dan sesampainya saya di Desa Tik Kuto, saya mendapatkan pelaku sudah diamankan oleh warga dan selanjutnya pelaku saya minta diamankan kerumah kepala desa serta seterusnya diamankan di Polsek Rimbo Pengadang,” kata Lasmudin.

”Berdasarkan keterangan warga kepada saya, saat peristiwa itu dilihat oleh istri saya, beberapa warga masyarakat menghubungi salah seorang sepupu dari pelaku yang juga adalah keponakan korban yaitu Sudi yang tinggal di ujung sebelah hilir Desa Tik Kuto. Mendengar adanya peristiwa tersebut Sudi segera mendatangi tempat kejadian perkara namun setibanya di tempat kejadian perkara, pelaku mengacungkan parang yang penuh dengan darah seraya mengejar Sudi hingga sampai ke daerah persawahan di sebelah hilir belakang desa. Di lokasi persawahan ini terjadi pergumulan antara Sudi dengan pelaku. Dalam pergumulan tersebut Sudi berhasil menangkap dan merebut parang yang digunakan oleh pelaku dan seterusnya dengan bantuan warga yang lain yang juga sudah ramai ikut mengejar pelaku secara bersama-sama meringkus pelaku hingga seperti sekarang berhasil diamankan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian,” pungkas Lasmudin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here