Kakek 73 Tahun Asal Desa Tunggal Jaya Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Diri

0
581

PEWARTA : DIA

SABTU 11 MEI 2019

PORTAL MUKOMUKO – Peristiwa dugaan bunuh diri terjadi di wilayah hukum Polres Mukomuko, dalam hal ini Polsek Teras Terunjam. Pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.45 WIB, warga Dusun II Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam dihebohkan dengan adanya penemuan sosok tubuh yang tergantung di pohon jambu. Setelah dicek, korban diketahui bernama Marno Bin Karto usia 73 tahun. Korban diduga meninggal lantaran bunuh diri menggunakan seutas tali di pohon jambu dengan ketinggian sekitar 3 meter. Korban nekat mengakhiri hidupnya ditengarai lantaran menderita sakit berkepanjangan. Dari hasil pemeriksaan tim medis dan jajaran Polres Mukomuko, korban meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan oleh warga. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Kakek-Berusia-73-Tahun-Ditemukan-Tewas-Gantung-Diri-1.jpg

Data terhimpun di lapangan, kronologis penemuan korban bermula pada saat tetangga korban, Saiun tengah memanen sawit. Tiba-tiba melihat korban dalam kondisi tergantung dan diketahui telah meninggal dunia. Saiun langsung memberikan informasi kepada warga lain dan juga pihak desa.

Kemudian dilanjutkan melapor ke Polsek Teras Terunjam dan Polres Mukomuko. Korban langsung divekuasi ke rumah untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui tewas akibat bunuh diri dan terdapat luka bekas jeratan di bagian leher, lidah menjulur,  serta mengeluarkan sperma pada bagian kelamin.

Peristiwa bunuh diri yang dilakukan korban merupakan kali kedua. Sebelumnya, beberapa tahun lalu sekitar tahun 2004, korban pernah melakukan aksi yang sama. Namun, pada diselamatkan oleh pihak keluarga. Namun, kali ini korban tidak dapat tertolong. Karena pada saat kejadian, tidak ada pihak keluarga dan tetangga yang mengetahui saat kejadian. 

Sementara itu, pada saat kejadian, pihak keluarga baik itu anak, menantu dan cucu sedang tidak berada di rumah. Pada pukul 07.31 WIB, menurut keterangan keluarga, korban masih berada di rumah. Setelah itu, anak korban atas nama Patmi dan putranya berangkat ke pasar dan sekolah. Sedangkan menantunya menjalankan aktifitas lain. 

”Pagi itu saya sedang ke pasar. Berangkatnya bersama anak, lantaran sekolah. Sedangkan suami saya bekerja di tempat orang lain. Pada saat berangkat, bapak (korban, red) masih ada di rumah,” ujar Patmi tak kuasa menahan tangis.

Kades Tunggal Jaya, Rismanaji turut membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya mengaku sangat prihatin. 

”Begitu dapat laporan, saya langsung ke lapangan. Berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan juga warga sekitar,” pungkas Kades.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here