Warga Karang Pulau Temukan Mayat Mengapung Di Kolam

PEWARTA: FIRDAUS BENGKULU UTARA 
PORTAL – Warga desa Karang Pulau Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara sempat digegerkan dengan ditemukan sesosok Mayat yang tengah mengapung di kolam milik warga setempat.
Korban laki-laki tersebut ditemukan pertamakali oleh Matsuri sekitar pukul 06:30 WIB pagi, teridentifikasi bernama Tirta Singgah Wibowo berusia 18 tahun, warga RT 23 dusun 3 desa Karang Pulau, kecamatan Putri Hijau kabupaten BU.
Kapolres BU AKBP Andika Vishnu,  S. Ik melalui Kasat Reskrim. AKP Jufri, SIk, membenarkan adanya penemuan mayat ini, Dijelaskan Kasat, dari hasil olah TKP, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, diperkuat lagi dengan ditemukannya sisa bunga kecubung milik korban yang belum sempat dihabiskan oleh korban, kemudian diamankan oleh aparat.
Korban tewas saat mandi berendam dikolam, dan niat korban untuk mandi sempat dicegah oleh rekan-rekannya yang menyadari kondisi korban sudah tidak stabil akibat pengaruh mengkonsumsi bunga kecubung serta minum tuak.
“Niat korban untuk mandi dikolam sempat dicegah oleh rekan-rekannya Sl dan Jl, namun korban tidak mengindahkan larangan itu dan terus melanjutkan berendam di kolam,” tutur Kasat.
Kronologi penemuan korban diceritakan Masturi, pagi itu seperti biasanya ia  pergi kekebun untuk menderes getah karet milik Wiji Utomo. Sesampainya di pondok kebun, ia menemukan ada dua orang yang tengah tertidur dipondok yang biasa ia gunakan untuk beristirahat.
Sekilas melihat ke arah kolam yang berada tidak jauh dari pondok tersebut, dirinya merasa ada keanehan, tampak olehnya mata, alis dan hidung yang mengeluarkan busa. Merasa khawatir dan tidak ingin terjadi sesuatu, Matsuri segera melaporkan temuannya kepada pemilik kebun. kemudian dilanjutkan laporan ke ketua RT dan petugas Babinkamtibmas setempat.
Setelah bersama-sama pihak pemerintahan desa yang disaksikan oleh aparat babinkamtibmas mengangkat korban yang didapati adalah sesosok mayat laki-laki yang mereka kenali sebagai seorang petani di desa setempat.
Diduga, korban tewas akibat keracunan mengkonsumsi bunga kecubung daitambah lagi dengan minum tuak setelahnya. Diketahui, pada malam harinya korban bersama rekannya, JE (16), Sl (17), AH (16) Ud (17) AS (16) dan RH (20) minum tuak dicampur dengan memakan bunga kecubung di pondok kebun karet tersebut.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Karang Pulau memperkuat dugaan korban keracunan. Dokter menyatakan korban tewas akibat over dosis mengkonsumsi bunga kecubung dicampur dengan tuak,
Setelah keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kematianya. Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan di pemakaman Desa Karang Pulau.
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *