Bibit Disebut Kurang Bermutu, Akhirnya Bantuan Pertanian Kedaluarsa dan Mubazir

0
648
PEWARTA : M FAUZI 
 SENIN 31 JULI 2017 


PORTAL KEPAHIANG – Pendistribusian atau penyaluran bantuan pertanian berupa bibit dan pupuk organik yang semula sasarannya adalah para petani di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu akhirnya mubazir lantaran sudah tidak layak guna atau kedaluarsa.

Bantuan Tahun Anggaran 2015-2016 yang tidak tersalurkan itu ditemukan oleh Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Candra Yopa SP menumpuk di gudang.

“Setelah mendapat laporan dari kelompok tani, saya langsung mengecek ke lapangan, ternyata benar bantuan berupa bibit jagung menumpuk dan kedaluarsa termasuk juga pupuk organik dibiarkan saja di gudang,” beber Candra, Senin (31/07).

Menurut Dia, kejadian ini akibat dari usulan kelompok tani tidak sesuai dengan yang dibutuhkan anggotanya, seharusnya sebelum mengajukan usulan dimusawarahkan terlebih dahulu apa yang dibutuhkan supaya tidak mubazir seperti sekarang.

Namun, Ketua kelompok tani Sepakat, Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang, Malik, malah mengatakan, tidak tersalurnya bantuan bibit tersebut akibat dari kurang berminatnya petani menerima lantaran kurang bermutu, terbukti hasil yang diperoleh dari bibit tersebut tidak memuaskan.

“Seperti bibit jagung misalnya, bila dibandingkan dengan bibit yang dibeli sendiri, hasilnya jauh berbeda, artinya bibit bantuan tersebut mungkin kualitasnya kurang baik atau tidak sebagus bibit yang kita beli sendiri,” kata Malik.

Soal usulan bibit yang diajukan pihak kelompok tani, Malik membeberkan, sebelumnya kelompok tani ditawari oleh salah seorang pegawai Pertanian agar mengajukan usulan bibit jagung, namun setelah dicoba, hasil panennya tidak dapat menyamai hasil yang diperoleh dari bibit yang dibeli sendiri.

“Lantartan sebelumnya kami ditawarkan untuk mendapatkan bantuan bibit, dan diharuskan mengajukan usulan, ya kami ajukan. tetapi setelah ditanam, hasil panennya sangat tidak memuaskan, makanya tidak ada petani yang berminat lagi,” tandas Dia.

Editor: Uj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here