Danau Diatas Bukit Beliti Lebong, Berpotensi Timbulkan Bencana Besar

0
1064
PEWARTA : YOFING DT 
JUMAT 23 FEBRUARI 2018 



PORTAL LEBONG – Ternyata Kabupaten Lebong masih berpotensi bencana lebih besar, longsornya gunung beliti besar tahun 2016 silam disebut hanya bencana jangka pendek. Sebab, diatas gunung tersebut terdapat beberapa danau, yang pertama luasnya mencapai 1,5 hektare.

Kemudian, danau berikutnya seluas sekitar 1/4 hektare, dan dua danau lainnya agak kecil mungkin bisa dikatakan semacam telaga. Jarak antara gunung Belerang  dengan danau pertama hanya 377 meter, jarak dengan danau kedua sekitar 435 meter, sedangkan jarak danau ketiga dan ke empat 1,6 km. Inilah ancaman bagi masyarakat Lebong jika tidak segera diantisipasi.

“Dasar perkiraan kita antara lain, karena diketahui tekstur tanah disekitarnya rapuh sehingga kemungkinan terjadinya longsor cukup beralasan. Jika longsor dan air beberapa danau itu tumpah maka bencana besar akan dihadapi oleh masyarakat Lebong,” papar Rafik Sani, selaku Ketua MPI di Gedung DPRD Kamis (22/2).

Untuk itu, kata Rafik, ia mengajak semua elemen dan unsur terkait, tentunya dibantu atau diprakarsai oleh pihak pemerintah guna melakukan pencegahan dini. Agar bencana longsor yang akan menumpahkan jutaan meter kubik air dari atas bukit dapat diantisipasi jauh-jauh hari.

Ungkapan Rafik tersebut dikuatkan oleh Kadis Lingkungan Hidup Lebong, Zamhari SH MH. Sesuai dengan studi AMDAL yang dibuat oleh PT. PGE bahwa 100% wilayah kerja perusahaan tersebut rawan longsor. Serta memiliki peluang erosi yang cukup tinggi.

“Wilayah kerja PT. PGE perlu dikaji ulang, karena tidak ada wilayah kerjanya yang tidak berada di garis merah atau rawan erosi. Itu sesuai dengan studi  tim yang diturunkan oleh PT. PGE dari UGM pasca longsor 2016 silam,” kata Zamhari.

Penelitian menyatakan, longsor ini tidak akan berhenti untuk, untuk itu Dinas Lingkungan Hidup menginginkan adanya analisa ulang terhadap semua kegiatan yang ada di PT. PGE baik kegiatan  dalam penanganan maupun kegiatan produksi.

“Artinya masalah ini harus segera diantisipasi sedini mungkin. Jika tidak, maka kita akan menghadapi bencana terus menerus. Kuncinya adalah komunikasi yang baik agar aset Negara bisa terjaga. Pada perinsipnya tujuan investasi adalah untuk mensejahterakan rakyat jangan sampai malah merugikan rakyat,” papar Zamhari.


Editor : Uj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here