Kesempatan 50 Hari Bagi Proyek Belasan Milyar Terkesan Sia-sia, Dewan Pertanyakan Denda Keterlambatan

0
641
PEWARTA : SULISWAN 
MINGGU 18 FEBRUARI 2018 



PORTAL BENGKULU UTARA – Setelah berakhir masa kontrak, kedua proyek PUPR Bengkulu Utara antara lain peningkatan jalan Kota Bani-Suka Baru kecamatan Putri Hijau senilai Rp 11.5 milyar dan bendungan irigasi Sengkuang kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP) senilai Rp 4,97 milyar diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan oleh dinas terkait.

Sayangnya pemberian kesempatan selama 50 hari tersebut menurut anggota DPRD BU Deddy Syafroni, tidak didasari dengan penilaian yang cermat dari tim PUPR sehingga hasilnya terkesan sia-sia. Seharusnya kata Roni, waktu opname pekerjaan diakhir masa kontrak PUPR dapat menilai patut atau tidak diberi kesempatan.

“Selain itu, kita juga pertanyakan, kemana disetorkan uang denda dua perusahaan senilai satu permil perhari dikalikan 50 hari tersebut. Bila tidak ingin terjerat masalah, jangan dikeramak-kerumuk, itu harus jelas pertanggungjawabannya,” tandas Roni, Minggu.

Sementara, di lokasi proyek baik jalan Kota Bani-Suka Baru yang dikerjakan oleh PT Kawan Sehati dan proyek Irigasi DI Air Palik Tanjung Agung di Desa Sengkung, yang dikerjakan oleh CV Permada Tri Karya, saat ini sudah tidak ada lagi aktrifitas pekerjaan.

Disisi lain, pihak Komisi III DPRD BU, Mohtadin pernanh menyebutkan bahwa denda keterlambatan tersebut harus betul-betul diawasi, jangan sampai terjadi kong-kalingkong antara pihak penyetor denda dan penerima denda.

“Kita minta agar soal denda keterlambatan ini betul-betul transparan, disetorkan kemana, jumlahnya berapa, dan dipergunakan untuk apa,” tandas Mohtadin.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas PUPR Bengkulu Utara, baik kepala dinas maupun PPTK nya belum dberhasil dimintai keterangannya. beberapa kali dicoba dihubungi via nomor ponsel miliknya tidak ada yang bersedia menerima panggilan.


Editor : Uj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here