Soal Jebolnya Bendungan Air Karat, Dinas PUPR Berdalih Belum Terima Laporan!

0
647

PEWARTA : RUDHY M FADHEL

KAMIS 28 MARET 2019

PORTAL LEBONG – Masyarakat khususnya petani di Desa Bukit Nibung, Kecamatan Bingin Kuning mempertanyakan kualitas bangunan bendungan Air Karat yang jebol. Pasalnya, keberadaan bendungan tersebut sangat diharapkan oleh para petani untuk mengaliri air ke areal persawahan. Rusaknya bendungan mengancam pengolahan lahan persawahan. Dari pantauan di lapangan, terihat dinding saluran air diduga tanpa ada pondasi. Sehingga menimbulkan keretakkan dan patah  yang menyebabkan  air masuk ke persawahan.

Seperti yang disampaikan Nasarudin, Kades Bukit Nibung saat diwawancarai Media Online Portal Bengkulu, Biro Lebong. Pihaknya menerima keluhan dari masyarakat dengan kondisi rusaknya bendungan yang dibangun belum lama ini.

“Saya tidak tahu mengapa bendungan yang baru dibuat ini bisa jadi hancur begini. Padahal bendungan ini baru saja selesai dibangun dan baru dipergunakan beberapa bulan saja.  Memang sempat ada banjir dan luapan material dari wilayah pengeboran Pertamina Gheotermal Hulu Lais. Tapi bendungan ini dibangun setelah kejadian lonsor dulu. Sudah barang tentu, bendungan yang dibangun itu berdasarkan hasil survey dan perencanaan yang matang. Namun, saat ini bendungan rusak dan material akibat banjir masuk ke persawahan,” ungkapnya diamini salah seorang warganya, Endang.

Sementara itu, Camat Bingin Kuning, Ir. Eva Gustiantina menyampaikan bahwa atas kejadian itu telah dikoordinasikan kepada bupati melalui  BPBD Kabupaten Lebong.

“Kita sudah sampaikan kepada bupati melalui BPBD. Namun, saya tidak membuat tembusan ke pihak Dinas PUPR,” singkatnya.

Terpisah, Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lebong, Amrul menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan. Bahkan, pihaknya tidak mengetahui kapan bendungan itu dibangun. Karena, menurutnya baru menjabat sebagai Kabid sekitar 3 minggu pasca mutasi.

”Kita belum belum terima laporan. Bahkan, tidak tahu bendungan itu dibuat tahun berapa. Karena baru tiga minggu menjabat sebagai kabid pengairan. Nantinya, akan kita tinjau,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here