Biaya Chek Up CJH Jutaan Rupiah Dipertanyakan, DPRD Lebong: RSUD Ujung Tanjung Harus Transparan!

0
1416

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Berita miring kembali menerpa Managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujung Tanjung Lebong. Setelah sebelumnya pernah menjadi perbincangan publik dikarenakan melaksanakan kegiatan ulang tahun Kemerdekaan RI dengan menggelar lomba karoake yang lokasinya tidak jauh dari ruang rawat inap pasien. Kemudian dalam kurun waktu belum lama ini juga diterpa isu terkait tidak transparannya masalah keuangan terkait uang remonerasi dan klaim BPJS.

Dimana hal ini berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebong Jauhari Chandra yang telah dilakukan pemanggilan dan pembinaan terhadap Managemen RSUD.

Kini berita miring dan tidak terpuji kembali menerpa RSUD Ujung Tanjung terkait pungutan senilai jutaan rupiah dari para Calon Jamaah Haji Kabupaten Lebong. Seperti yang terjadi kepada sumber berinisial S dan istrinya, R warga Kecamatan Lebong Sakti yang dimintai untuk menyerahkan uang Rp 1.490.000.- (satu juta empat ratus sembilan puluh ribu rupiah).

Sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu Anggota DPRD Kabupaten Lebong Dapil 2, Pip Haryono kepada awak media ini.

”Warga mempertanyakan kepada saya, mengenai besaran biaya chek up dan rinciannya serta tanda terima yang tidak diberikan kepada calon jemaah haji yang melakukan general chek up di RSUD Ujung Tanjung hari Jumat. Atas pertanyaan masyarakat itu saya selaku wakil rakyat menyampaikan pertanyaan tersebut kepada Direktur RSUD, dr. Ari Afriawan namun dia belum bisa memberikan jawaban dan akan berkordinasi terlebih dahulu dengan stafnya. Dan saya menyarankan agar pihak RSUD membuat nota rincian yang dilakukan chek up dan biayanya agar masyarakat jelas dan tidak menimbulkan pertanyaan dan bermacam- macam asumsi,” ungkap Pip Haryono.

Ketua Komisi 1 DPRD Lebong, Wilyan Bahtiar dikomfirmasi awak media ini terkait hal tersebut melalui pesan seluler menyampaikan.

”Atas biaya MCU yang dilakukan pihak RSUD terhadap calon jamaah haji Kabupaten Lebong seharusnya pihak RSUD transparan dan memberikan rincian, memberikan bukti tanda terima sudah membayar uangnya. Dan apabilah pihak rumah sakit tidak melaksanakan ini, maka kami dari Komisi 1 DPRD akan segera turun ke lapangan. Dan apabila dua hal tersebut diatas terbukti maka kami akan minta TPK ASN mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan itu dan “MENCOPOT DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM UJUNG TANJUNG LEBONG DARI JABATANNYA,” tegas Wilyan Bahtiar.

Ketika dikonfirmasikan langsung, Direktur RSUD Ujung Tanjung Lebong, dr. Ari Afriawan kepada media menjawab dengan singkat.

”Besok saya akan berikan komfirmasinya. Saya tidak tahu detail pemeriksaannya. Apakah sama dengan tahun kemarin atau ada penambahan jenis pemeriksaan,” singkatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here