Miris! Terkendala Biaya, Pasien Koma Asal Lebong Dibawa Pulang Pihak Keluarga

1
10384

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Untung tak dapat diraih malang pun tak dapat ditolak,  maksud hati ingin pulang ke kampung halaman di Desa Tabah Anyar, Kecamatan Lebong Selatan, Sopian Deri (24), suami dari Pina Monika (23) untuk menikmati suasana bahagia mejelang lahirnya sang buah hati hasil pernikahan mereka tahun lalu ternyata harus mengalami peristiwa tragis. Dimana, Sopian mengalami koma usai terjatuh dari pohon rambutan.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 3 Maret lalu di belakang rumah nenek korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami koma lantaran terdapat benturan keras pada bagian kepala hingga menyebabkan trauma hebat. Hingga saat ini, Sopian masih dalam keadaan tak sadarkan diri.

Mirisnya lagi, Sopian yang sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Perawatan Tes kemudian dirujuk ke RSUD Ujung Tanjung, Lebong. Dan akhirnya dirujuk ke RS M Yunus, Kota Bengkulu harus dibawa pulang pihak keluarga. Hal itu lantaran, terbentur dengan biaya pengobatan.

Sementara, pihak RS M Yunus sendiri juga merekomendasikan agar Sopian dibawa ke RS Kota Palembang. Namun, atas permintaan pihak keluarga, Sopian akhinya di bawa pulang ke Kabupaten Lebong. Hingga saat ini, Sopian masih dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri.

Diwawancarai awak media ini , Zulkarnain (52), paman kandung Sopian membenarkan hal itu.

”Jangankan untuk membiayai keponakan saya (Sopian Deri, red) berobat ke Palembang, untuk membayar obat dan biaya ambulance RSUD Lebong dan jasa perawat senilai Rp 1.300.000 menuju RS M Yunus saja kami terpaksa menjual motor milik Sopian terlebih dahulu,” ungkap Zulkarnain.

”Selama di Bengkulu kami harus mengeluarkan kembali uang senilai lebih dari 3 juta, boleh dikatakan uang hasil penjualan motor sudah habis. Bagaimana kami bisa melanjutkan pengobatan, saat ini kami terbentur biaya. Makanya kami dan pihak keluarga meminta agar Sopian dibawa pulang saja,” imbuhnya.

Masih menurut Zulkarnain, hingga saat ini bahwa Sopian juga belum memiliki apapun bentuknya terkait jaminan kesehatan mulai dari JKN/BPJS atau jenis jaminan lainnya.

”Sehingga kami betul betul tidak bisa memenuhi permintaan pihak RSUD M Yunus Bengkulu untuk membawa Sopian ke Palembang. Harapan kami, ada perhatian dari pemerintah, khususnya Bapak Bupati Lebong agar keponakan saya bisa dirujuk dan mendapatkan pengobatan lebih baik lagi. Tolong kami pak Bupati!,” pungkas Zulkarnain.


1 KOMENTAR

  1. nampaknyo sopian ini sudah idx ado keluargo, smpai2 idx ado yg bisa bantu dio, jgn terlalu berharap dg pemerintah, keluargo seharusny terlebih dahulu memperhatikan kalau masih ado hubungan darah..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here