Diduga Cabuli Murid SD, Oknum Guru Honorer Dibekuk Polisi

0
1700

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Entah apa yang ada di dalam pikiran seorang oknum guru honorer di salah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kabupaten Lebong berinisial BM (26). Oknum Guru berjenis kelamin laki-laki tersebut diduga telah melakukan tindak pidana pecabulan terhadap bocah laki-laki yang juga merupakan anak muridnya.

Berdasarkan keterangan salah satu Kepala Desa (Kades) di salah satu kecamatan setempat membenarkan adanya peristiwa asusila tersebut. Bahkan, diduga ada kemungkinan korban lebih dari satu orang.

“Ya benar, pelaku merupakan warga salah satu desa kami. Kemungkinan korban juga lebih dari satu, karena dia (pelaku, red) ini seorang guru honorer di SD,” uangkap Kades, Kamis (4/6).

Kemudian, terkait pihak yang melaporkan perbuatan asusila tersebut pada pihak yang berwajib juga lebih dari satu orang. Hal ini mengingat kecemasan para orang tua terhadap anaknya.

“Untuk pelapor kemungkinan banyak, karena dia ini guru di SDN di sini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kades menjelaskan bahwa terduga pelaku baru tinggal di desanya hampir sepuluh tahun dan menetap bersama orang tuanya. Awal kecurigaan karena masyarakat mendengar obrolan anak-anak bawah umur yang kemungkinan mengetahui perbuatan asusila tersebut.

“Karena warga merasa curiga karena sempat mendengar obrolan anak-anak, saat ditanyakan awalnya mereka tidak mau mengaku. Namun, setelah dibujuk, salah satu dari anak (rekan korban, red) tersebut pun menceritakan perihal perbuatan asusila tersebut. Mendapatkan keterangan dari anak tersebut warga pun kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Rimbo Pengadang,” demikian Kades.

Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur, S.Ik melalui Kapolsek Rimbo Pengadang Iptu Suroso Risdianto, SH juga turut membenarkan adanya perihal perbuatan asusila tersebut.

“Terduga pelaku telah diamankan dengan inisial BM pada Rabu (3/6/2020) sekira pukul 10.00 WIB. Penangkapan tersebut atas laporan warga setempat,” jelas Kapolsek.

“Berdasarkan keterangan yang kami terima, perbuatan tersebut telah dilakukan sebanyak 8 kali, sejak tahun 2018 lalu di rumah pelaku. Dimana pelaku meminta korban melakukan oral seks, dan kemudian pelaku pun melakukan hal yang sama pada korban,” singkat Kapolsek.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 82 Ayat 1 Jo pasal 76 E UU RI no 35 th 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Catatan : Terkait lokasi dan detail berita sengaja tidak dimuat sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Rama Anak (PPRA), mengingat korban masih di bawah umur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here