Pembangunan Pelapis Tebing Dikeluhkan Warga, Dinas PUPR Pastikan Pembuatan Tangga

0
18

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Dampak dari dilaksanakannya kegiatan peningkatan jalan Trans Mangkurajo atau saat ini disebut Desa Mangkurajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu dimana pada segmen satu melintasi ruas jalan simpang Trans Mangkurajo atau Desa Sukasari sempat dikeluhkan warga Desa Sukasari.

Adalah Samirudin (50), warga setempat dengan didampingi oleh No, perangkat Desa Sukasari mengeluhkan bahwa akibat adanya kegiatan peningkatan jalan dimaksud akses keluar masuk menuju kediamannya dan beberapa tetangganya menjadi susah. Hal mana disebabkan adanya kegiatan pembangunan pelapis tebing yang lokasinya persis di halaman muka kediaman mereka.

Akan tetapi setelah awak media ini melakukan konfirmasi lansung Kepada PLT Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebong, Joni Prawinata ST M.Si melalui Kabid Bina Marga, Haris Santoso ST yang memberikan jawaban langsung bahwa apa yang dikeluhkan oleh warga dimaksud akan segera ditindaklanjuti dengan membangun tangga sebagai akses bagi warga dari dan menuju kediamannya.

Sebagaimana juga hal tersebut disampaikan oleh Randi Samudra selaku pengawas lapangan pada kegiatan tersebut.

Ditambahkan oleh Haris Santoso, ST bahwa kegiatan dengan sumber anggaran DAK tahun anggaran 2020 yang sudah mulai berjalan pada Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Lebong sebanyak tiga paket. Dan saat ini dalam tahap pelaksanaan. Rinciannya, paket peningkatan jalan Ketenong-Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis dengan pagu Rp 4.920.000.000 yang dilaksanakan oleh CV. Teknik Kualiva Engineering.

Kemudian, paket peningkatan jalan Tanjung Agung–Danau Liang dengan pagu Rp 4.724.779.000 yang dilaksanakan oleh CV. Teknik Kualiva Engineering. Terakhir ada paket peningkatan jalan Trans Mangkurajo Kecamatan Lebong Selatan (hotmix) dengan pagu Rp 10.650.000.000 yang dilaksanakan oleh PT. Pebana Adi Sarana.

Dalam pantauan awak media ini di lokasi kegiatan peningkatan jalan Trans Mangkurajo segmen 1 sangat disayangkan tidak terlihat papan merk kegiatan sebagaimana lazimnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan sumber anggaran negara.

Dikonfirmasi hal tersebut, Haris Santoso menyampaikan bahwa papan merk dimaksud ada dan terletak pada titik nol yang jaraknya dari lokasi kegiatan segmen 1 ini lebih kurang 5 KM.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here