Menderita Diabetes Tipe 1, Bocah Asal Desa Kota Donok Butuh Uluran Tangan

0
1618

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Cukup miris dan memilukan nasib yang dialami DD (nama disamarkan), bocah berusia 8 tahun putra buah hati dari pasangan Arie dan Ani, warga Desa Kota Donok, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong.

Sebagaimana yang disampaikan kepada awak media ini, DDG merupakan murid SD di dalam wilayah Kecamatan Lebong Selatan ini sebelumnya lahir diperantauan tepatnya di daerah Pelalawan, Provinsi Riau. Saat kedua orang tuanya merantau dan mengadu nasib demi memperjuangkan perbaikan ekonomi kelurganya, akan tetapi manusia hanya bisa berencana, namun takdir tuhan menetukan lain.

Arie dan istrinya dengan membawa buah hatinya DDG terpaksa pulang kampung. Disamping karena ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik juga dampak dari Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Arie sang ayah yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga tidak bisa melawan kehendak takdir bahwa dirinya di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dari tempat ia mendapatkan imbalan jasa atas pekerjaan yang diberikan kepadanya. Dimana imbalan jasa tersebut dijadikan sebagai sumber pendapatan untuk menafkahi keluarganya.

Berdasarkan informasi dari dr. Bagus yang bertugas di Puskesmas Kota Donok, bahwa DDG diduga menderita diabetes mellitus tipe satu. Kasus ini lumayan langkah dan perlu penanganan yang intensif terkait asupan nutrisi dan lain-lainnya. Seperti gula rendah kalori dan susu rendah kalori serta harus dilakukan pemeriksaan kadar gula dalam setiap 6 jam. Dan hal ini dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Kota Donok, Zulkipli SKM.

Dalam penelusuran yang dilakukan awak media ini ternyata Arie dan Ani termasuk dalam kategori keluarga yang kurang mampu. Ditambah lagi dengan beban biaya yang harus dipikul untuk mencukupi nutrisi dan lain-lain terkait penanganan medis yang harus dilakukan terhadap DDG. Sehingga dalam penanganan ini, DDG sangat memerlukan bantuan pihak lain yakni para dermawan/donatur.

Dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman SKM, M.Si menyampaikan bahwa keluarga DDG tidak memiliki kartu BPJS kesehatan yang aktif.

”Saya sudah perintahkan jajaran untuk memberikan pelayanan kepada DDG seiring nanti kita akan upayakan proses pembuatan kartu BPJS kesehatan agar dapat meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan, seperti insuline dan lain-lainnya. Kami mendapat laporan dari Puskesmas Kota Donok terkait hal itu,” ujar Rahman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here