Kopli Ansori-Fahrurrozi Tetapkan Seblat Ulu Sebagai Desa Pramuka dan Desa Wisata

0
495

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Ada yang tidak biasa terjadi di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Pada tanggal 28 Oktober tahun ini, setiap tahunnya biasa digelar pelaksanaan upacara peringatan hari sumpah pemuda yang tahun ini adalah yang ke 93. Angka 3 mungkin memiliki makna lain bagi orang nomor 1 dan nomor 2 di Kabupaten Lebong ini.

Pada hari kamis bertepatan dengan tanggal 28 Oktober 2021 Kopli Ansori-Fahrurrozi bukan hanya melaksanakan kegiatan rutin nasional saja yaitu mengikuti dan sekaligus menjadi inspektur upacara pada hari sumpah pemuda di tempat dan satu lokasi yaitu Desa Seblat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis. Bahkan pada satu tempat tersebut, Bupati Lebong dan Wakil Bupati Lebong Kopli Ansori-Fahrurrozi sekaligus melaksanakan tiga kegiatan  yakni uacara memperingati hari sumpah pemuda, penetapan desa wisata dan penetapan desa pramuka.

Diawali dengan upacara di tepian sungai sebelat tepatnya Lapangan Sort Centre Desa Seblat Ulu dilanjutkan dengan penetapan Desa Seblat Ulu menjadi Desa Wisata tujuan tertentu serta ditetapkan juga Desa Seblat Ulu sebagai Desa Pramuka. Dalam Prosesi pelaksanaan ketiga acara tersebut sesuatu hal yang tidak biasa terjadi di desa yang terkenal dan identik dengan sebuah Gunung “Seblat” yang memiliki ketinggian 2.383 meter (2.383 .MDPL) atau (7,818 kaki). Dan sebutan Pinang Belapis sebagai nama kecamatannya yang memiliki nilai teramat sakral di kalangan penggiat Budaya Rejang khususnya dan bahkan bukan hanya di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, tetapi juga di kalangan penggiat budaya di kabupaten dan provinsi tetangga lainnya.

Desa Seblat Ulu terkenal dengan intensitas dan curah hujan sangat tinggi. Namun di hari itu cuaca cerah dan sangat terang benderang bahkan cenderung panas. Berbeda dengan wilayah sekitar yang mengelilingi Desa Seblat terlihat mendung begitu tebal dan di sebagian tempat terjadi hujan yang amat deras.

Gunung Seblat dan Pinang Belapis serta Serampas adalah 3 Tempat dan nama yang tidak bisa dipisahkan oleh masyarakat Rejang baik yang berada di daerah pegunungan (Lebong) maupun pesisir. Demikian juga masyarakat kabupaten tetangga seperti Bengkulu utara, Mukomuko serta kabupaten tetangga dari Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera barat yakni Kabupaten Kerinci dan Merangin serta Bangko dan Surolangun. Selanjutnya, Pesisir Selatan Painan hingga ke Kota Padang.

Dari Wilayah ini hadir para tabib besar yang sempat menangani salah satu dari Proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Ir. Sukarno pada saat mengalami permasalahan kesehatan saat menjalani pengasingan di Provinsi Bengkulu.

Suasana mistis ditambah lagi dengan atraksi yang dilakukan oleh seorang pelukis besar dari tanah Jawa yang pernah mencatat Rekor Muri sebagai pelukis Proklamator RI, Ir Suakarno yang terbesar dan tertinggi di dunia. Sony Yuwono yang didaulat untuk melukis dengan mata yang terlebih dahulu ditetes dengan cairan lilin dan ditutup dengan kain kasa serta seluruh kepalanya dibalut dengan kertas aluminium foill.

Dalam kondisi mata tertutup itu Soni yuwono berhasil melukis sosok kepala seekor harimau dengan warna dan corak khas masyarakat Rejang yang indentik dengan warna getah pinang dan kapur serta gambir sirih dan tanah. Merah kecoklatan warna yang kental dan identik dengan nuansa mistis. Dan lukisan tersebut diberi judul “Puyang Imeu”.

Bupati Kopli Ansori yang sepertinya tampak terpukau dengan kemampuan dan hasil lukisan dari Sony Yuwono, kemudian meminta izin kepada si pelukis untuk ‘melelang’ lukisan tersebut. Hasilnya, lukisan terjual seharga Rp 25.700.000. sebuah nilai yang cukup besar tersebut merupakan sumbangan dari Bupati sendiri dan para kepala OPD. Tertinggi adalah dari Sekda H Mustarani Abidin SH M.Si senilai Rp 6 juta. Disusul oleh Kepala Dinas PUPR-Hub Joni Prawinata senilai Rp 5 juta. Sementara dari kepala OPD lainnya bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta rupiah. Kemudian, Bupati meminta kepada Kades Seblat Ulu Achmad Bukhari agar uang hasil pelelangan lukisan itu nantinya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Desa Seblat Ulu.

“Nanti silakan kades dan BPD untuk menyepakati, apa yang ingin dibangun dari uang hasil lelang lukisan itu. Yang terpenting adalah, harus ada dampak positif bagi masyarakat,” kata Bupati.

Sementara, terkait telah diresmikannya Sebelat Ulu menjadi desa wisata, Bupati berujar, Pemkab Lebong akan terus mensupport pengembangannya ke depan. Sehingga, diharapkan Sebelat Ulu sebagai destinasi wisata minat khusus bisa dikenal secara nasional. Bahkan, hingga internasional. Salah satu langkah strategis yang akan diambil oleh Pemkab Lebong, kata Bupati, adalah dengan menggandeng provider telekomunikasi, agar permasalahan blank spot bisa teratasi.

Awak media Portal yang datang dan ikut meliput kegiatan tersebut tidak sempat mengikuti hingga acara berakhir secara keseluruhan. Sesuatu hal yang tidak biasa dilakukan oleh awak media ini saat peliputan acara/kegiatan orang nomor 1 dan 2 Kabupaten Lebong.

Seusai dilakukan pelelangan lukisan sosok kepala harimau yang dibuat Sony Yuwono oleh Bupati Kopli Ansori dan dilaksanakannya penandatanganan prasasti desa wisata dan desa pramuka juga oleh Kopli Ansori Fahrurrozi dengan tidak biasanya Awak Media PortalBengkulu.com meminta izin terlebih dahulu kepada Bupati Lebong dan Wakil Bupati Lebong untuk meninggalkan lokasi kegiatan peliputan. Dan hal ini juga tidak biasa dilakukan awak media PortalBengkulu.com dalam peliputan kegiatan KDH/WKDH sebelumnya.

Sesuatu yang kecil tapi menimbulkan tanda tanya besar. Dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor operasional, kurang lebih berjarak satu kilometer dari lokasi kegiatan awak media ini di tengah rinai gerimis hujan de kredek berjumpa seorang lelaki yang tengah berjalan kaki dengan menggunakan tongkat kayu di ruas jalan aspal hotmix yang baru selesai dibangun. Sosok yang diperkirakan berusia kira-kira 75 tahun menyebut dirinya bernama Amun berasal dari Serampas dan ingin pulang ke Serampas dengan berjalan kaki. Sesuatu yang mungkin kecil tapi ganjil dan menjadi tanda tanya besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here