Pemkab Lebong Salurkan Bantuan Anak Terlantar yang Diduga Sempat Lakukan Tindakan Tak Terpuji

0
2376

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Patut untuk dijadikan Pekerjaan Rumah (PR) yang mendasar bagi Pemerintahan Kabupaten Lebong dibawah kepemimpinan Kopli Ansori-Fahrurrozi terhusus dalam menciptakan masyarakat Lebong yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan memiliki daya saing global sebagaimana visi dan misi mereka menuju masyarakat Lebong yang bahagia dan sejahtera.

Betapa tidak, seorang anak yang masih di bawah umur asal Kecamatan Lebong Selatan didapati dan terekam CCTV tengah melakukan perbuatan yang tidak terpuji yaitu mengambil lima lembar uang pecahan dengan nilai Rp 2000.- perlembarnya dengan total jumlah Rp 10.000.- di disalah rumah ibadah yang berlokasi di dalam wilayah Kecamatan Lebong Selatan. Dan tidak butuh waktu lama pihak Polsek Lebong Selatan atas informasi dari warga dengan mudah dapat mengindentifikasi pelaku dan dalam hitungan jam pada esok harinya berhasil diamankan.

Setelah dilakukan pemeriksaan pihak kepolisian diketahui pelaku masih berusia anak di bawah umur dan masih duduk di bangku sekolah. Dengan pertimbangan pelaku masih berusia anak dan masih bersekolah, selanjutnya pihak kepolisian mengembalikan pelaku/anak kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan.

“Benar kita sudah melakukan pembinaan terhadap salah satu anak yang masih sekolah karena melakukan perbuatan tidak terpuji (mengambil sejumlah uang di salah satu rumah ibadah) yang berlokasi di dalam wilayah hukum Polsek Lebong Selatan,“ sebut Kapolsek Lebong Selatan, Iptu Suroso Risdiyanto SH melalui sambungan telpon.

Ditambahkan Kapolsek, pelaku mengakui perbuatannya dan menjelaskan bahwa sejumlah uang yang diambil akan dipergunakan untuk makan dikarenakan di rumah kediamannya dia tidak memiliki makanan. Sementara dirumah dia hanya tinggal seorang diri karena orang tua dan saudaranya yang lain tinggal di kebun dekat kawasan PT. Pertamina Geothermal Energi Hulu Lais Lebong.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu kepala sekolah dimana pelaku/anak menjalani pendidikan.

“Benar ada anak didik kami yang bermasalah dan kami sudah mengambil sikap yaitu secara berotong-royong bersama dewan guru dan murid membantu kesulitan anak didik kami tersebut. Anak didik kami tersebut memang dari keluarga yang tidak mampu. Masuk ke sekolah kami saja dahulunya saya yang mempersiapkan segala sesuatunya. Dikarenakan sudah di semester kedua tahun ajaran berjalan dia baru masuk mengikuti proses belajar. Itupun karena saya melihat ada anak yang nyaris setiap hari berada di depan sekolah memperhatikan anak-anak seusianya yang bersekolah ditempat kami. Melihat hal tersebut saya mendatangi anak tersebut menanyakan kenapa dia tidak bersekolah dan anak tersebut menjawab saya ingin sekolah pak tapi orang tua saya tidak mampu untuk menyekolahkan saya jawab anak tersebut. Demi mendengar jawaban anak tersebut saya dengan dibantu guru yang lainnya menghubungi orang tua dan sekolah dasar (SD) asal anak tersebut untuk mendapatkan ijazah dan lain sebagainya terkait sang anak. Dan segala kebutuhan anak terkait proses belajar (baju seragam dan alat tulis) kami dari sekolah menyiapkannya,” sebut sang Kepala Sekolah.

Sementara mendapatkan informasi dari awak media PortalBengkulu.com terkait adanya anak usia sekolah yang terlantar karena bertahan untuk dapat tetap sekolah dan melakukan perbuatan yang tidak patut demi untuk makan dan mendapat pembinaan dari pihak kepolisian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDSos) Lebong, Hartoni bersama dengan Kabid Sosial Jusrawenny dengan didampingi Babhinkamtimas dari Polsek Lebong Selatan, Brigpol Hartawan serta Kasi Pemerintahan salah satu kelurahan di wilayah Kecamatan Lebong Selatan pada Senin 18/10/2021 sore datang menyambangi anak dimaksud dengan membawa bantuan pangan berupa sembako.

Diwawancarai awak media ini, Hartoni dengan didampingi Jusrawenny terlihat menahan isak dan tangis demi melihat keadaan yang ada di kediaman anak dimaksud. Terlihat rumah gubuk yang tidak layak huni dengan atap bocor disana sini serta dinding papan yang lapuk tanpa penerangan listrik dan alat tidur serta alat memasak dan makan layak rumah yang memiliki penghuni.

“Anak ini terlantar. Hari ini kita memberikan bantuan pangan dan untuk selanjutnya kita akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk menyikapi keadaan yang terjadi terhadap anak ini,” sebut Jusrawenny dengan diamini Hartoni.

”Kita juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah melakukan pembinaan. Kedepannya kita berharap agar pihak kelurahan dan desa serta para babhinkamtibmas untuk dapat berperan serta dalam proses verifikasi dan validasi (Verval) data terkait warga yang masuk kategori miskin dan memerlukan bantuan yang kemudian nanntinya akan kita sempurnakan dalam DTKS,” serbut Wenny.

Terhimpun juga oleh awak media ini dari hasil wawancara langsung dengan orang tua anak yang berada di lokasi perkebunan di sekitar PT PGE. Diketahui bahwa keluarga anak adalah PKM KKS yang sudah sejak beberapa waktu tidak menerima bantuan. Sementara sang anak dengan adik-adiknya adalah pemegang kartu Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun sejak di terima di sekolah SMP tidak pernah mendapat bantuan tersebut. Dan satu diantara adiknya pemegang kartu KIP yang sekolah di salah satu sekolah dasar dalam wilayah Kecamatan Lebong Selatan masih menerima bantuan KIP.

Dan ironisnya salah satu adiknya yang juga pemegang kartu KIP tidak menerima bantuan. Sementara berdasarkan keterangan orang tua yang bersangkutan kartu KIP anak-anaknya dipegang dan dikuasai oleh oknum kepala sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here