lebong  

THLT Lebong Bakal Dipangkas, RSUD Masih Kekurangan Perawat!

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Beredar wacana Pemerintah Kabupaten Lebong untuk melakukan pemangkasan jumlah THLT yang ada di sejumlah Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) membuat sejumlah pihak menduga-duga bahwa kebijakan tersebut dilakukan karena terkait minimnya anggaran dan beratnya jumlah beban yang ditanggung pada APBD Tahun Anggaran (TA) 2022.

Disamping berbagai dugaan tersebut, wacana pemangkasan juga membuat dag dig dug para THLT di beberapa unit kerja. Seperti yang diungkapkan seorang THLT yang berkeberatan namanya ditulis menyebutkan bahwa dirinya sangat prihatin atas adanya wacana tersebut.

”Saya sudah menjadi THLT dari sejak beberapa tahun lalu pak. Kalau masalah gaji semua pihak sudah tahu jika gaji/honor/insentif kami kecil nilainya tapi kami sadar untuk sementara ini pemerintah daerah hanya dan baru mampu memberikan sejumlah itu atas jasa dari pekerjaan yang kami lakukan. Saya dan teman teman sesama THLT mungkin sudah banyak yang paham terkait imbal jasa/gaji/honor/insentif yang kami terima dengan relative kecil dan sering tidak jelas waktunya. Namun apa boleh buat, mungkin pemerintah daerah baru memiliki kemampuan sebatas itu. Tapi sangat memprihatinkan jika kami yang sudah bekerja sekian tahun dan memiliki penghasilan yang kecil lalu diberhentikan. Dan lebih ironis lagi jika diberhentikan tanpa ada perhatian lebih lanjut,” terangnya.

Menarik untuk disimak dan dikaji terkait keberadaan THLT di sejumlah unit kerja yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebong terutama pada unit kerja layanan dasar masyarakat seperti satuan pendidikkan sekolah (SD-SMP) yang ada didalam lingkungan/jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) di lingkungan Dinas Kesehatan seperti Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat/Puskesmas yang konon memiliki jumlah THLT yang sangat signifikan.

Untuk itu awak media PortalBengkulu.com mencoba mencari dan menggali informasi dil ingkungan RSUD Lebong. Dimana kini sudah lebih baik dan sudah tidak terdengar lagi isu miring terkait pelayanan yang ada. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Plt. Direktur RSUD Lebong Rachman SKM, M.Si melalui Kasubbag Kepegawaian dan Hubungan Masyarakat, Feri Hodlin S.Kep menyampaikan bahwa terkait masalah wacana pemangkasan THLT itu masih belum pasti apakah itu akan dilaksanakan atau tidak.

”Kedepan dan dalam waktu dekat kami akan segera melakukan koordinasi dengan pihak BKPSDM. Disamping terkait wacana pemangkasan juga terkait mengenai kebutuhan tenaga kesehatan yang sementara ini masih kurang terutama tenaga keperawatan setingkat ahli madya di RSUD Lebong,” jelas Feri Hodli. S.Kep.

Sementara Plt Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lebong Afedo Imam Bangsawan SH saat hendak dikonfirmasikan terkait hal tersebut pada Selasa (16/11/2021) gagal ditemui oleh awak media ini dikantornya dan terkesan sulit untuk dikonfirmasi walau sebelumnya Plt Kepala BKPSDM Lebong ini semasa menjabat Kepala Bidang Mutasi sangat dekat dengan para awak media.

Merasa dipersulit untuk melakukan konfirmasi, awak media ini memotret buku tamu yang sudah diisi dengan tujuan ingin konfirmasi dan mengirimkan kepada Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Lebong melalui pesan whatsaap disertai dengan tulisan keluhan dan rasa kekecewaan yang dialami awak media ini saat ingin melakukan konfirmasi.

Tepat jam 17.34 WIB, pesan yang dikirimkan berbalas permohonan maaf dari Plt Kepala BKPSDM atas apa yang dikeluhkan oleh awak media ini.

“Padeak Kumu coa Gemdor Mamak, Maaf Bae, uku Coa tobo o madeak (mengapa paman tidak menggedor. Maafkan saya, mereka tidak bilang ke saya keberadaan paman),” ungkap Afedo dalam bahasa Rejang.

Dan awak media ini meminta agar Plt Kepala BKPSDM memberikan teguran kepada stap/THLT yang bertugas saat awak media ini berusaha masuk ke ruang kerja Plt Kepala BKPSDM akan tetapi dihalangi dengan alasan bahwa di ruang Plt Kepala BKPSDM sedang ada tamu.

Ironisnya saat menunggu salah satu Staf THLT memperlihat wajah kecurigaan kepada awak media ini. Dan awak media ini sempat bertanya kenapa salah satu staf THLT yang memperlihat raut wajah curiga atas keberadaan awak media ini. Namun pertanyaan awak media ini dijawab oleh salah satu ASN yang bertugas di ruang sekretaris jika THLT tersebut baru dan belum mengenali awak media portal yang selama ini sudah sering melakukan tugas jurnalistik di lingkungan BKPSDM Lebong.

“Siap Mamak. Minoi Ma’af nyien e, mohon nyien. (Siap Pamanda, Saya benar-benar minta maaf dan bermohon betul untuk diberikan ma’af),” sebut Afedo menutupi pesannya Whatsappnya.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media belum mendapatkan keterangan terkait permasalahan rencana pemangkasan THLT.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *