Jajaran Dinkes Lebong Temukan Bayi Usia 7 Bulan Diduga Idap Hydrocephalus

0
420

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Dalam rangka menterjemahkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lebong Kopli Ansori-Fahrurrozi demi mewujudkan masyarakat Lebong yang bahagia dan sejahtera Dinas Kesehatan (Dinkes) mengerahkan segenap elemen yang ada diseluruh jajaran dinas untuk dan dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal baik di pusat-pusat layanan kesehatan seperti Puskesmas, Posyandu guna melakukan sosialisasi berbagai hal dan program yang berhubungan dengan kesehatan.

Salah satunya yakni memberikan edukasi pentingnya vaksinasi Covid19 serta pola hidup sehat baik itu di lingkungan pribadi keluarga dan masyarakat. Dan saat ini jajaran Dinkes sedang menggiatkan sosialisasi pentingnya anak usia 6-11 tahun untuk melaksanakan vaksin.

”Disaat pelaksanaan kegiatan sosialisasi pentingnya vaksin, untuk anak usia 6-11 tahun ini kami juga melakukan pemantauan dan memonitor keadaan kesehatan masyarakat di luar atau selain itu. Seperti hari ini kemarin (Rabu 13/01/2022) jajaran kami menemukan seorang bayi usia 7 bulan dari keluarga yang tidak mampu asal Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan yang dianogsa sementara adalah penderita hydrocephalus,” ungkap Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, M.Si melalui Analis Kesehatan Puskesmas Perawatan Tes Apriyani.

Ia juga menyebutkan bahwa Hydrocephalus disebabkan adanya cairan yang diproduksi oleh otak akan mengalir melalui sumsum tulang belakang dan diserap oleh pembuluh darah. Dalam kondisi tertentu, cairan tersebut dapat meningkat. Beberapa hal yang dapat meningkatkan jumlah cairan pada otak adalah seperti adanya sumbatan di otak dan sumsum tulang belakang, pembuluh darah tidak mampu menyerap dengan baik, serta otak menghasilkan cairan yang terlalu banyak.

”Apabila hydrocephalus terjadi pada bayi terjadi, hampir semua bagian tubuh akan terkena berdampak dari kondisi ini, mulai dari gangguan pertumbuhan, hingga kecerdasan otak anak. Jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat, maka akan berujung pada kerusakan otak, serta gangguan kesehatan lain,” jelas Afriyani

“Hydrocephalus merupakan masalah kesehatan yang umumnya dialami oleh bayi dan anak-anak, yang ditandai dengan penumpukan cairan di rongga otak. Cairan tersebut akan meningkatkan tekanan pada otak, sehingga membuat ukuran kepala membesar. Penyakit ini bisa dialami oleh orang dewasa yang ditandai dengan sakit kepala hebat. Otak akan terus-menerus memproduksi cairan otak yang kemudian akan diserap oleh pembuluh darah. Fungsinya sendiri adalah melindungi otak dari cedera, menjaga tekanan pada otak, serta membuang limbah dari organ tersebut. Hydrocephalus terjadi saat produksi dan penyerapan cairan tidak seimbang,” imbuh Apriyani.

”Saat ini kami selain melaporkan kepada pimpinan, juga akan berkordinasi kepada pihak sosial dan lainnya karena bayi penderita hydrocephalus ini berasal dari keluarga yang tidak mampu. Sementara sang bayi harus mendapatkan layanan kesehatan yang selama ini belum ada di Kabupaten Lebong sehingga harus dirujuk keluar Kabupaten Lebong,” tutup Apriyani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here