Dinas PUPR-Hub Lebong Gelar Ground Breaking Pembangunan Jalan Lingkar Kantor Camat Bingin Kuning

0
421

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong Merlalui Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang dan Perhubungan (DPUPR-Hub) dalam upaya mewujudkan masyarakat Lebong bahagia dan sejahtera pada Kamis 14 April 2022 melaksanakan ground breaking pembangunan jalan lingkar Kantor Camat Bingin Kuning, Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

Dijelaskan Kepala Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Joni Prawinata, SE, ME melalui Kabid Bina Marga, Haris Santoso ST bahwa pelaksanaan ground breaking pembangunan jalan lingkar Kantor Camat Bingin Kuning ini dilakukan sebagaimana pembangunan lainnya. Dimana setiap dan pada tiap pembangunan, apalagi dalam cakupan yang luas di atas permukaan bumi, perlu ditetapkan sebuah titik acuan. Titik acuan, jika dijelaskan secara sederhana, dapat digambarkan manakala seseorang berdiri di atas tanah lapang yang luas. Pada tempat berdiri itu tak ada penanda sama sekali, tak ada pohon, tak ada pilar, tak ada gundukan tanah, maupun penanda alami maupun artifisial lainnya.

Untuk dapat menggambarkan permukaan yang kosong di atas kertas yang juga kosong itu, maka ditetapkan titik koordinat. Ini dikenal sebagai metode Koordinat Cartesius, sesuai nama penggagasnya, yang merupakan persilangan antara sumbu x, sumbu y, dan sumbu z untuk tiga dimensi. Dengan Koordinat Cartesius ini, digambarkan permukaan bumi dalam bidang datar, berupa peta.

Koordinat cartesius pada permukaan bumi berwujud garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang melintang mengitari bumi dari arah Timur ke Barat. Sedangkan Garis Bujur, berupa garis khayal yang membujur melingkari bumi, dari arah Utara ke Selatan. Nilai nol pada Garis Lintang terletak pada Garis Khatulistiwa (equator). Sedankgan Garis Bujur adalah garis Greenwich yang melintasi Kota Greenwich di Inggris. Lalu, di manakah Titik Nol Bumi? Merujuk pada dua garis tersebut, Titik Nol Bumi ada di Lautan Atlantik sebelah selatan Ghana Benua Afrika.

Lintang dan bujur, yang biasa disebut sebagai koordinat geografis ini, penting untuk menunjukkan posisi relatif apapun di muka bumi. Posisi kapal berlayar, oleh nahkoda diinformasikan berupa koordinat geografis saat berada di lautan. Demikian pula saat pilot dipantau dari menara pengawas bandara, menginformasikan titik koordinatnya, ketinggian, kecepatan maupun arah tujuannya. Bahkan, jika kita memperhatikan letak parkir pesawat di Bandara, terdapat angka dengan satuan derajat, menit dan detik dengan latar warna kuning. Itu menunjukkan pengaturan titik koordinat pesawat pada waktu parkir.
Koordinat geografis penting pula perannya dalam pembangunan.

Contohnya, saat memperhatikan sebuah hamparan tanah, batas hamparan dapat digambarkan dengan tepat di dalam akta tanah. Hasil penggambaran tak akan ada tumpang tindih dengan tanah yang lain, jika terdapat acuan saat pengukuran di hamparan itu. Hasilnya dituangkan ke dalam peta atau akta. Bagi yang tinggal di kompleks perumahan yang dibangun oleh perusahaan pengembang, pasti dapat ditemukan patok-patok yang digunakan sebagai acuan untuk membuat kavling, menggambar jalan, irigasi, dan lainnya.

Demikian juga relevansi titik nol dalam pembangunan jalan Lingkar Kantor Camat Bingin Kuning ini yang dibagi dalam dua link dengan panjang kurang lebih 1.500 meter dan dengan lebar 3 meter.

“Alhamdulillah, proposal pembangunan jalan yang dulunya diserahkan kepada kami, dapat disetujui pemerintah, sehingga pelaksanaan dapat terlaksana tahun ini. Semoga infrastruktur jalan ini nantinya dapat menunjang pendidikan dan pertanian dan perkebunan warga Kecamatan Bingin Kuning dalam menuju masyarakat Lebong yang bahagia dan sejahtera. Untuk itu kami mengharapkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat sehingga pembangunan jalan ini bisa dan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Haris Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here