6 Tahun Menderita Penyakit Kusta, Asropi Butuh Uluran Tangan

0
913

PEWARTA : RUDHY M FADHEL

KAMIS 21 FEBRUARI 2019

PORTAL LEBONG – Asropi (44), warga Kelurahan Mubai, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong diduga menderita penyakit Kusta selama 6 tahun dan tidak dapat melakukan aktifitas. Bahkan, untuk mencari nafkah saja, istrinya yang langsung turun. Hidupnya bisa dibilang mengharap belas kasihan istri atas nama Sumarni. Sang istri bekerja sebagai buruh harian untuk menafkahi suami beserta putrinya, Rima Maulina (14) yang tengah duduk di bangku SMP 06 Lebong Selatan.

Asropi sejak menderita penyakit kusta 6 tahun silam pada bagian kaki sudah sering melakukan pengobatan, baik di puskesmas sampai ke RS Kota Bengkulu. Namun, meski menggunakan BPJS, Asropi beserta keluarga tetap membutuhkan biaya yang besar lantaran mesti berobat secara rutin. Penyakit yang diderita Asropi semakin  parah dan mengalami pembusukan di bagian telapak dan jari kakinya. Tak jarang Asropi kerap mengerang kesakitan.

Pada Kamis (21/2 ) saat disambangi awak media dengan didampingi Lurah Mubai, Fendi, SE, beserta perangkat dan masyarakat, Asropi menceritakan penderitaan hidupnya kepada awak media seraya mencucurkan air mata.

“Saya sudah 6 tahun mengalami sakit ini dari sejak itu saya tidak mampu bekerja mencari nafkah untuk istri dan anak saya. Dan sejak itu pula hidup dan kehidupan saya menjadi beban istri saya yang bekerja sebagai buruh serabutan. Kadang kala istri saya bekerja membersihkan kebun tetangga dan lainnya yang hasilnya sekedar bisa untuk membeli beras,” ungkapnya.

Ditanyakan perihal biaya berobat, Asropi dan istri menjawab mereka rutin berobat di puskesmas menggunakan BPJS dan juga ke RS Kota Bengkulu untuk menadapat penanganan dari dokter spesialis.

“Berobat memang saya gratis pak, tapi saya tidak punya ongkos untuk ke Bengkulu dalam berobat satu bulan dua kali. Sementara kalau untuk bisa dari hasil kerja istri saya,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman dihubungi melalui HP membenarkan bahwa Asropi rutin berobat di Puskesmas Perawatan Tes.

“Saya sudah tanyakan kepala Puskesmas Perawatan Tes bahwa Asropi adalah paskes PKM Tes yang rutin berobat dan memang harus menjalani pengobatan lanjutan ke RSUD M Yunus Bengkulu,” kata Rachman.

Sementara itu, pihak Dinas PMDSos melalui Kabid Yansos, Jimmy dikonfirmasi awak media belum mengetahui. Namun saat itu juga memerintahkan petugas TKSK kecamatan untuk mendatangi kediaman Asropi. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait.

“Kami nanti koordinasikan pak, sesuai tupoksi kami nanti kami coba koordinasikan ke bansos kabupaten yang ada di OPD BKD dan juga ke Dinkes,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here