SCW Sebut, Pembangunan Jalinbar BU-Mukomuko Senilai 160 M ini Jadi Ladang Korupsi

0
639
PEWARTA : RISMAIDI 
SELASA 19 DESEMBER 2017 


PORTAL MUKOMUKO – Pembangunan Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbar) dari Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara hingga ke Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko disebut oleh Ketua SCW Purwasih Ahmad Nur SPd berpeluang dijadikan ladang korupsi.
Dari hasil pantauan pihaknya, Purwasih menilai pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Yasa Patria Perkasa senilai Rp 160 Milyar tersebut selain tampak kasar juga terdapat sejumlah kejanggalan yang berakibat kepada rendahnya kualitas pekerjaan pembangunan jalan nasional itu.
” Dapat dilihat dari komposisi material lapisan pondasi atas (LPA) berupa Base Coarse yang dipasang menurut kita jauh dari standar kualitas termasuk pencampurannya dengan tanah merah. Kemudian sepertinya sebelum diblending material tidak melalui penyaringan,” beber Purwasih, Selasa.
Menurut dia, standarisasi base coarse atau kerap disebut base A atau base B sudah ada ketentuannya termasuk material berupa abu batu dan pasir serta material lainnya perlu mengacu kepada petunjuk yang sudah ditentukan, bila tidak tentu kualitas pekerjaan akan sangat diragukan.
” Bukan hanya pada pekerjaan jalan, drainasenya juga kita temukan kejanggalan sebab sebelum serah terima telah terjadi sejumlah kerusakan, menurut kita itu disebabkan oleh pengerjaan betonnya yang tidak standar,” imbuh dia.
Semetara itu, selaku pemasok material base coarse, Stoone Clusser dan APM PT Yasa Patria Perkasa di desa Sebelat kecamatan Putrin Hijau Kabupaten Bengkulu Utara belum diperoleh penjelasannya. Saat awak media ini tiba di lokasi sekitar pukul 17:04 WIB tidak berhasil menemui pimpinannya.
Bahkan menurut pengakuanscurity perusahaan tersebut, pimpinannya melarang wartawan untuk mengambil foto dan lokasi base camp yang ia jaga.
” Kami hanya menjalankan perintah dari bos kami. Kalau ada wartawan yang mau ngambil foto tidak diperbolehkan,” tukas scurity.

Editor : Uj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here