Pelanggan Keluhkan Pelayanan PDAM Lebong

0
1117
PEWARTA : YOFING DT 
RABU 28 FEBRUARI 2018 


PORTAL LEBONG – Lantaran terjadi krisis air besi khususnya bagi pelanggan PDAM di Kabupaten akhir-akhir ini menimbulkan keluhan masyarakat serta asumsi bahwa pelayanan yang diberikan tidak memuaskan.

Hal itu disebabkan seringnya banyaknya kejadian gangguan pendistribusian air oleh pihak PDAM. Bahkan menurut salah seorang warga Desa Sungai gerong, Candra, akibat dari seringnya ledeng mati, kegiatan memasak dan mandi bahkan untuk mencuci menjadi terganggu.

“Ledeng sering sekali mati, boleh dikatakan hampir setiap hari. Bahkan pernah terjadi selama beberapa minggu air tidak mengalir. Tentunya kita perlu mempertanyakan sejauh mana pertanggungjawab pihak PDAM terhadap pelayanan seperti ini,” keluh Candra, kepada awak portalbengkulu.com, Rabu (28/2).

Menurut Candra, sepatutnya pihak PDAM jangan hanya bisa beralasan, hal ini merupakan salah bentuk daripada pelayanan terhadap pelanggan. apapun kendalanya sebagai pihak pengelola yang bertanggungjwab harus mencarikan solusinya demi menjaga kepercayaan para pelanggan di daerah itu.

Menanggapi keluhan pelanggan tersebut, Direktur PDAM Lebong Sofian Razik mengatakan, hal itu terjadi lantaran menurunnya debet air, seperti pada Air Sebok di Kecamatan Lebong sakti yang dari tahun ketahun terjadi penurunan debet air.

“Awalnya debet dari mata air 6 literperdetik, tapi sekarang hanya 2,5 liter, ini terjadi mungkin disebabkan oleh faktor alam dan juga banyak permasalahan tekhnis di lapangan terutama elevasi dari sumber mata air ke pemukiman,” terang dia

Utuk di Lebong Tengah permasalahan, kata dia disebabkan inteknya naik keatas sekitar 2,5 kilometer sehingga jaringan pipa transmisi dari Semelako tidak dapat menjangkau Embong Panjang. Namun semua permasalahan tersebut telah dimasukkan ke aplikasi kecamatan.

“Soal sumber dananya itu tersrerah, apakah dari APBD atau APBN. Selain itu kita juga telah melayangkan surat ke Bupati untuk penghapusan aset kalau aset ini dihapus dan dianggap tidak ada pemerintah pusat akan membuat program untuk membangun baru,” terang dia.

Dijelaskan, banyak program Balai Wilayah Sumatera (BWS) 7  untuk air bersih sesuai dengan projek plan PDAM  diantaranya untuk tahun 2018 Air sungai Tik Gadis dengan anggaran 14 milyar dari APBN, DED untuk kecamatan Bingin Kuning dan Kecamatan Lebong Sakti.

“Sedangkan untuk tahun 2019 kita ajukan lagi 15 milyar dari Satker PAM untuk menyambung instalasi dari bak IPA (Instalasi Pengolahan Air) yang berada di Kecamatan Topos, Proyek Air Siamang untuk pengairan air bersih Lebong Tengah, Air Musnau Untuk Kecamatan Pinang Belapis dan Air Blimeu untuk kecamatan Lebong Atas dan Plabai” paparnya.

Lebih jauh ia menyebutkan, untuk pelanggan yang airnya tidak mengali, sementara rekeningnya ditutup, untuk mengantyisipasi timbulnya tunggakan.


Editor ; Uj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here