Potret Memilukan Pasca Banjir Lumpur, Warga Mendambakan Upaya Pemerintah

0
908
PEWARTA : YOFING DT 
SENIN 12 FEBRUARI 2018 



PORTAL LEBONG – Banjir lumpur Kamis 8 februari silam tidak hanya memporak-porandakan ratusan hektar sawah di Desa Bungin kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong. Akibat dari kejadian itu saat ini menggores derita semakin dalam bagi warga setempat yang mengalaminya.

Kebingungan terhadap hari esok membuat warga semakin merasa terpukul. Apalagi ketika melihat hamparan sawah mereka yang baru masuk usia tanam sekarang telah lenyap tertutup lumpur yang diduga merupakan dampak dari aktifitas PT PGE di hulu sungai.

Salah seorang warga setempat, Ujang Nei kepada awak portalbengkulu.com mengisahkan pengalaman pahitnya, ketika menyaksikan aliran lumpur secara tiba-tiba mengahabiskan tanaman padi yang baru ia tanam 2 pekan.

“Bertanam padi sawah merupakan mata pencarian utama kami, tidak ada yang lain. Dengan hancurnya padi dan sawah akibat banjir 4 hari lalu membuat kami bingung bagaimana dan jalan apa kami harus mengais rezeki,” tutur Ujang, Senin.

Tidak ada kata lain yang terlontar dari mulutnya kecuali mengharapkan bantuan pihak pemerintah untuk membenahi serta meninjau lokasi yang tertimpa banjir lumpur. Kepada dinas terkait ia menggantungkan harapan agar dapat diberikan solusi mengatasi semua ini.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong Fachrurozi menjanjikan, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan peninjauan lokasi dan berkordinasi dengan pihak dinas terkait.

“Tentunya kita ikut merasa perihatin atas kejadian ini. Besok selasa kami menurunkan tim meninjau langsung ke lokasi dan akan segera berkoordinasi dengan OPD yang terkait yakni PUPR untuk mengatasi masalah agar segera melakukan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS),” kata Fachrurozi.

Untuk mengatasinya kata dia, akan diupayakan ketika debet air naik aliran sungai Air Bungai dari hulu tidak menyebar kemana-mana. Sebelumnya pihak BPBD pernah menyampaikan hal itu secara lisan kepada PUPR, belum lagi dilakukan langkah normalisasi, banjir keburu melanda.

“Kendala yang kerap terjadi disebakan keterbatasan anggaran. Contohnya ketika peristiwa banjir dan gempa yang menimpa Kabupaten Lebong baru-baru ini saya ajukan anggaran Rp 7,2 milyar tapi yang di setujui hanya 1 milyar. Harapan kita kepada DPRD agar membantu dalam penganggaran ini guna menjalankan fungsi kami dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebong Zamhari SH MH memastikan pihaknya akan melakukan peninjauan serta evaluasi terhadap  aktifitas perusahaan yang diduga sebagai penyebab terjadinya kerusakan lingkungan

“Jika memang terbukti terjadi pelanggaran dalam aktifitasnya, kita akan segera menyurati managemen PT PGE supaya bertanggung jawab atas dampak dari aktifitas perusahaan tersebut,” tandas dia.


Editor : Uj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here