Kondisi Keuangan PDAM Lebong Kritis, Air Macet, Pegawai Tidak Produktif

PEWARTA : YOFING DT 
SENIN 12 MARET 2018 


PORTAL LEBONG – Keluhan masyarakat terhadap rendahnya kualitas pelayanan yang diberikan oleh PDAM Tirta Tebo Emas (TTE) Lebong akhir-akhir ini ternyata disebabkan oleh kondisi keuangan perusahaan daerah tersebut tengah mengalami kesulitan.
Selain terhambatnya suplai air bersih ke pelanggan karena menurunnya debet air, penyebab lainnya lantaran banyak karyawan atau pegawai yang dinilai kurang produktif. Namun tetap harus dipakai karena adanya tekanan pihak tertentu.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur PDAM Lebong, Sofian Razik saat dibincangi awak portalbengkulu.com di ruang kerjanya Senin (12/03).
“Kami terus melakukan pembenahan dan perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan, namun dengan kondisi seperti ini tentunya tidak akan tercapai secara maksimal. Para karyawan kita tegur supaya bekerja lebih baik malah tidak juga memperbaiki kinerjanya,” ungkap Sofian.
Bahkan menurut Sofian masih banyak terdapat sambungan ilegal. Untuk menertibkan itu dan melakukan penagihan tunggakan rekening tentunya membutuhkan pegawai yang benar-benar mau bekerja. Bukan seperti sejumlah karyawan yang ada saat ini.
“Saya sering sekali mendapat tekanan dari orang-orang yang berpengaruh di Kabupaten ini, agar tidak memecat mereka. Kalau sudah begini saya bisa apa? Harapan kita, Bupati bisa meberikan instruksi agar saya bisa bertindak tegas tanpa harus memperhatikan tekanan pihak lain,” kata Sofian.
Kendala teknis yang ada kata Sofian, seperti Intake yang dibangun di ladang palembang sampai detik ini belum diserahterimakan, karena pihak BWS 7 masih menunggu undangan dari dinas PUPR untuk uji coba. 
“Ketika ditanya, jawabannya diminta menunggu habis masa pemeliharaan, kan aneh kalau seandainya terjadi kerusakan siapa yang bertanggung jawab,” urai dia.
Disebutkan juga, Dinas PERKIM sampai hari ini belum membayar ganti rugi tanah masyarakat sedangkan masyarakat hampir setiap hari menuntut ke kantor PDAM menanyakan hal itu, masarakat bertanya kenapa belum dibayar sedangkan ini kan kegiatan 2017.
“Jadi jangan hanya menyalahkan PDAM saja tapi lihat dulu permalahannya. Kepada masyarakat kami minta kesadarannya agar menyelesaikan tunggakan tagihan rekening, saya sudah berapa kali ingin mengajak Bupati, OPD terkait dan DPRD untuk hearing duduk satu meja membicarakan hal ini tapi tidak ada tanggapan ,” tutup dia.

Editor : Uj
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *