Harga Sawit Kian Merosot, Pemda Jangan ”Tidur”!

PEWARTA : DIA

JUM’AT 29 JUNI 2018

PORTAL MUKOMUKO – Turunnya harga sawit di Kabupaten Mukomuko yang terjadi sejak sebelum lebaran sampai usai lebaran membuat masyarakat petani sawit kian merana. Pasalnya, saat ini harga sawit di tingkat petani hanya Rp 700 per-Kg sampai Rp 800 per-Kg. Bahkan di daerah terpencil mencapai Rp 600 per-Kg. Sedangkan harga di tingkat pabrik antara Rp 1.000 per-Kg sampai Rp 1.060. Kondisi itu jelas merugikan petani yang mengakibatkan ekonomi masyarakat menurut. Mengenai hal itu, Pemda Mukomuko diminta jangan ”tidur”. Karena sampai saat ini peranan pemda untuk masalah harga sawit dinilai tidak ada. Pemda dituntut untuk memanggil seluruh pimpinan perusahaan pabrik pengolahan minyak CPO. Tujuannya untuk meminta kejelasan mengenai turunnya harga sawit dan menyetabilkan kembali harga sawit sampai ke tingkat petani.

”Sekarang ini harga sawit sampai ke petani hanya Rp 800, belum lagi biaya langsirnya. Kalau di daerah terpencil, bisaja jadi harganya Rp 500 sampai Rp 600 per-kilonya. Kita minta pemerintah jangan diam saja. Masyarakat Mukomuko ini mayoritas petani sawit. Kalau harganya turun sudah pasti mempengaruhi ekonomi masyarakat,” kata Dani, petani sawit asal Penarik.

Hal senada disampaikan Saprin Efendi. Menurutnya, Pemda Mukomuko tutup mata mengenai standar harga sawit. Pasalnya, sampai saat ini tidak ada tindakan untuk penstabilan harga sawit seperti di daerah-daerah lain. Ia meminta pemda memanggil seluruh pimpinan perusahaan.

”Kalau di daerah lain, setiap harga sawitnya turun pasti pemerintah daerahnya langsung memanggil pihak perusahaan. Karena standar harga sawit sudah diatur. Kalau di Mukomuko ini, kami nilai pemdanya tutup mata. Jika dibiarkan, ekonomi masyarakat akan semakin menurun. Kita minta masalah ini ditindaklanjuti, pemda jangan menutup mata,” pungkas Saprin, diamini Asep, petani asal Air Rami.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *