PLTA Musi Dituntut Relokasi 265 Rumah Warga Tanjung Alam

PEWARTA : FAUZI

SENIN 6 MEI 2019

PORTAL KEPAHIANG – Desa Tanjung Alama, Kecamatan Ujan Mas, Kepahiang menjadi langganan banjir hampir setiap tahunnya. Diduga, salah satu faktor penyebabnya adalah keberadaan PLTA Musi yang terletak di wilayah itu. Sehingga, aliran sungai pada bagian bendungan meluap ke areal pemukiman akibat tertahan. Ditambah lagi, meluapnya 3 aliran sungai yang tepat berada di sekitaran desa. Masyarakat meminta agar pihak PLTA merelokasi rumah-rumah warga yang selama ini terdampak banjir yang jumlahnya mencapai 265 unit rumah dengan total 339 Kepala Keluarga (KK) .

Hal ini disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Desa Tanjung Alam Armin yang diamini Kades Tanjung Alam, Fery Marsini.

“Jika flasback kejadian bencana banjir yang terjadi pada 26 April kemaren, menurut kami ada dua penyebab utamanya pertama banjir ini disebabkan oleh genangan air tertahan air di bagian hilir bendungan PLTA Musi. Jadi arus air tertahan terbukti sebelum genangan meningkat airnya hanyut ke hulu karena tertahan. Kedua adalah karena faktor alam curah hujan tinggi yang menyebab arus air yang besar dari tiga anak sungai yaitu Sungai Air Lanang, Gergasan dan Ana Sungai Tu’uak yang berada tengah di desa,” ujar Armin Jaya.

Lebih lanjut Armin Jaya mengatakan.

“Jika penyebab bencana alam karena curah hujan yang tinggi, kita terima. Tapi bencana yang disebabkan oleh PLTA itu tidak bisa dipungkiri karena selama tiga tahun terakhir, setiap bulan yang sama bulan 4 dan 5 pasti ada banjir genangan. Dalam waktu dekat kita bersama masyarakat akan mengajukan ganti rugi ke pihak PLTA Musi. Sebelumnya, akan kita musyawarahkan terlebih dahulu bersama warga desa. Tuntutan untuk relokasi wilayah desa itu akan menjadi point pertama. Terserah apakah pihak PLTA Musi menyiapkankan semuanya untuk relokasi atau sekedar menyiapkankan lahan untuk kami,” ujar Armin jaya.

Saat ditanyakan berapa luas wilayah yang dibutuhkan untuk relokasi Desa Tanjung Alam, Armin menambahkan.

“Berkisar luas yang dibutuhkan sekitar 10 hektare. Dengan jumlah 339 kepala keluarga dan 265 rumah,” pungkasnya.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *