Anggaran Belum Pasti, Jual Beli ”Ekor Tikus” Dipending!

0
639

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Disperkan) sepertinya betul-betul fokus dengan program Musim Tanam 2 (MT2) kali sebagaimana yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Lebong Kopli Ansori- Fahrurrozi beberapa waktu lalu sebagai salah satu alternatif untuk mewujudkan dan mengantar masyarakat Lebong menuju masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

“Terkait musim tanam 2 kali, kita fokus di bidang sarana prasarana berupa infrastruktur, alsintan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan suksesnya musim tanam 2 kali”, sebut Hedi Parindo, Plt Kadisperkan Lebong.

Ditempat dan waktu yang sama, Kepala Bidang Hortikultura, Jimmi menambahkan bahwa dalam rangka mendukung dan menyukseskan Kabupaten Lebong dapat tanam dan panen 2 kali setahun, pelaksanaan untuk MT2 telah dilakukan persiapan dari akhir tahun 2021 dengan melaksanakan rapat koordinasi di tingkat kecamatan. Pada akhir tahun 2021 telah dilaksanakan di 6 kecamatan dan akan dilanjutkan untuk 6 kecamatan lainnya lagi diawal tahun ini. Hal ini dilakukan sebagai langkah persiapan di tingkat lapangan lebih awal agar pelaksaan musim tanam kedua yang direncanakan/dijadwalkan pada periode musim tanam bulan April s/d September 2022 dapat dilaksanakan dengan baik.

Ditambahkan Jimmi, untuk program pengendalian hama tikus juga tetap dilanjutkan pada tahun 2022 ini. Pelaksanaan pengendalian akan dilaksanakan secara terpadu. Pada saat ini, di musim tanam pertama pengendalian hama tikus tetap dilakukan dengan menggunakan metode pengumpanan atau menggunakan rodentisida. Selain melakukan pencegahan dini tingkat serangan di musim tanam pertama, hal ini juga dilakukan bertujuan untuk dapat mengurangi populasi pada saat masuk ke dalam musim tanam kedua.

Pelaksanaan menggunakan metode gropyokan atau pemburuan juga pada tahun ini sudah direncanakan untuk tetap dilaksanakan guna mendukung pertanaman musim tanam kedua. Secara perencanaan anggaran tahun ini akan di peruntukkan untuk insentif hasil perburuan/gropyokan dan juga untuk pengadaan racun tikus. Dalam hal ini juga disampaikan kepada masyarakat jika ada indikasi serangan hama tikus pada musim tanam pertama ini dapat mengajukan permohonan bantuan racun tikus kepada dinas dengan membuat surat pengajuan bantuan yang diketahui kepala desa dan penyuluh setempat.

Sementara kegiatan dari Bidang Peternakan menurut drh. Ferdi Ferdian, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini yang dipercayakan mengepalai Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan serta Perikanan Kabupaten Lebong ini menyebutkan bahwa sejak dari merebaknya Pandemi Covid19 Bidang Peternakan di Kabupaten Lebong nyaris tanpa kegiatan (Mati Suri Red.)

Pada Bidang Peternakan ada 3 Seksi dan 2 Unit Pelaksana Dinas diantaranya UPTD Puskeswan dan UPTD Balai Pembibitan Ternak (BPT) yang keduanya berlokasi di daerah Ladang Palembang.

”Pada tahun 2017 kita pernah mendapatkan bantuan kambing dan itik serta sapi perah sebanyak dengan jumlah dua kali penyaluran dengan jumlah masing-masing 10 ekor yang mana kesemuanya kita salurkan kepada para peternak di Desa Mangkurajo, Kecamatan Lebong Selatan. Disusul kemudian pada tahun 2018 kembali kita mendapatkan bantuan sapi potong dengan dua kali penyaluran masing-masing 13 ekor dan 15 ekor total jumlah 28 ekor yang juga kita salurkan kepada peternak di daerah Desa Mangkurajo. Dan terakhir dengan sumber anggaran APBD Kabupaten tahun 2018 kita mengadakan 11 ekor sapi dara (siap kawin) yang dikembangbiakkan di UPTD Balai Pembibitan Ternak yang berlokasi di Ladang Palembang,” ungkapnya.

Akan tetapi saat ditanya keberadaan sapi yang dibeli dari anggaran APBD Kabupaten Lebong, terkait keberadaan dan keadaan sapi dimaksud, terlihat ada perubahan raut wajah drh. Ferdi Ferdian seraya mempersilakan awak media PortalBengkulu.com melihat langsung ke UPTD BPT Ladang Palembang.

“Silakan dilihat langsung pak ke Balai Pembibitan Ternak (BPT) di Ladang Palembang, karena pihak UPTD selama ini laporannya tidak melalui bidang melainkan langsung kepada kepala dinas sebelum ini,” jelas Ferdi Ferdian dengan nada penuh ketulusan seakan ingin mengungkap semua apa yang ada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here