Irigasi Air Menganyau Kiri Ambrol, Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

0
609

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong tanggapi keluhan warga pemilik dan penggarap sawah pemanfaat sumber air irigasi Air Menganyau yang berlokasi di Kelurahan Tes, Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

Ratusan hektar sawah yang berlokasi di Kelurahan Tes terancam gagal panen, faktor penyebabnya adalah terjadinya kerusakan yang sangat parah pada Bendungan Air Menganyau kiri dan ambrolnya beton siring irigasi Air Menganyau kiri di beberapa titik.

Menyikapi laporan warga melalui Pemerintah Kelurahan Tes dan Kecamatan Lebong Selatan pada Senin (17/01/2022) Wakil Bupati Lebong Drs Fahrurrozi M.Pd meninjau lokasi ambrolnya saluran irigasi dimaksud. Saluran irigasi Air Menganyau yang berlokasi lebih kurang 3 kilometer dari pintu air PLTA Tes tersebut hanya bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan roda 2 dan berjalan kaki. Dengan menumpang dan dibonceng oleh awak media PortalBengkulu.com Fahrurrozi tiba di lokasi dan sempat berbincang dengan para petani pemilik/penggarap lahan persawahan di sepanjang irigasi Air Menganyau kiri.

”Ada empat titik lokasi di sepanjang saluran irigasi ini yang sudah menunggu detiknya ambrol pak. Saat kejadian ambrolnya beton dinding irigasi ini saya sedang berada di lokasi ini, air semua tertumpah dan mengalir ke lahan warga. Dan kebetulan lahan sawah ini berada di posisi kemiringan, sehingga tidak ada air lagi yang tersisa untuk mengalir di saluran irigasi ke arah hilir. Beberapa petah sawah yang sudah ditanam padi hanyut dibawa air serta terdapat juga kolam ikan beserta isinya yang ikut luluh lantak hancur di terjang derasnya aliran air ini,” jelas Rudi, warga yang juga perangkat Kelurahan Tes.

Sementara Lurah Tes Kecamatan Lebong Selatan, Leni Marlina SH kepada awak media ini menyampaikan bahwa seusai mendapat laporan dari warga dirinya segera meneruskan laporan tersebut kepada OPD terkait dan kepada bupati/wakil bupati. Serta langsung mengambil langkah-langkah prefentif yakni meminta warga untuk secara bergotong royong memasang tanggul dari karung berisi pasir agar aliran air dapat kembali mengalir sebagaimana mestinya. Mengingat para petani saat ini sedang musim turun tanam dan sangat bergantung dengan keberadaan air di masing-masing areal persawan mereka.

Di lokasi yang sama Wakil Bupati Lebong, Fahrurrozi menjelaskan bahwa untuk tahun 2022 ini memang ada rencana rehab total bendungan dan saluran irigasi air menganyau kiri ini. Akan tetapi keterbatasan anggaran, sehingga rencana rehab total tersebut tidak bisa dilaksanakan.

“Sebenarnya kita sudah merencanakan dilakukannya rehab total bendungan dan saluran irigasi Air Menganyau Kiri ini. Kita ketahui bahwa bendungan dan saluran irigasi Air Menganyau ini sejak direhab pada kurang lebih 40 tahun yang lalu hingga kini belum tersentuh perbaikkan. Kalau dibeberapa titik sudan dan telah terjadi kerusakan hal ini wajar-wajar saja. Akan tetapi rencana rehab total tersebut berdasarkan informasi dari bidang tehnis tidak bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran,” sebut Fahrurrozi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here