Safari Ramadhan, Kopli Ansori-Fahrurrozi Peluk Anak-anak dan Beri Motivasi Meningkatkan Ibadah

0
322

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lebong selama melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan tahun 1443 H / 2022 ke sejumlah Masjid yang ada di desa-desa dan kelurahan dalam wilayah kecamatan se Kabupaten Lebong.

Dalam rangkaian Safari Ramadhan tersebut, selain mengikuti acara buka bersama dan Sholat Magrib serta Isya berjamaah berikut Shalat Taraweh juga memberikan bantuan puluhan juta rupiah pada setiap masjidnya baik itu untuk pembangunan dan peningkatan bangunan masjid juga untuk kemakmuran masjid.

Awak Media PortalBengkulu.com yang berkesempatan melakukan peliputan kegiatan Safari Ramadhan tersebut yang bertepatan pada hari Rabu malam tanggal 20 April di salah satu masjid yang berada di dalam wilayah Kecamatan Lebong Selatan, terpantau bahwa dalam rangkaian pelaksanaan Safari Ramadhan tersebut ternyata selain melaksanakan buka bersama dan Shalat Magrib dan Isya serta Taraweh, orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu ini ternyata tidak luput memberikan perhatian kepada para orang tua yang berusia Lanjut (Lansia) dan juga kepada anak anak.

Hal ini sebagaimana dilakukannya saat usai pelaksanaan kegiatan Shalat Taraweh terlihat Kopli Ansori bersama Fahrurrozi merangkul sejumlah anak-anak jamaah seraya memberikan motivasi kepada para anak-anak tersebut agar mereka mencintai masjid dengan rajin melaksanakan kegiatan ibadah di masjid apakah itu shalat, membaca Al-qur’an dan lain sebagainya. Dimana hal tersebut menurut Kopli Ansori-Fahrurrozi adalah sebagai kontribusi bagi mereka anak-anak dalam peran sertanya ikut memakmurkan masjid.

“Kita berharap pembangunan sektor sumber daya manusia dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan berdaya saing global, akan lebih mudah dimulai pada usia anak-anak. Dimana pembanguna sumber daya manusia jika dimulai dari usia anak laksana kita mengukir diatas batu, walau keras dan butuh tenaga exstra dan kehati-hatian namun apa yang kita lakukan akan meninggalkan bekas yang nyata. Berbeda saat kita membangun sumber daya manusia pada orang-orang yang sudah berusia, karena laksana melukis diatas air, terlihat ada riak dan gelombangnya namun saat mengalir tidak meninggalkan bekas,” pungkas Kopli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here