”Malu” Pasca Ketua DPRD Turun Tangan, Warga Goro Bersihkan dan Tambal Jalan Berlubang

0
683

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Merasa malu karena viral Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen Jumat sore (5/11/2021) saat melintasi ruas jalan provinsi yang berlokasi di Desa Talang Liak 2, Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong tergenang air/banjir dan dengan spontanitas langsung turun dari kendaraan serta melakukan sesuatu yang tidak diduga yaitu membersihkan badan jalan dan drainase yang diduga gagal konstruksi dampak dari pelebaran jalan beberapa tahun yang lalu.

Banjir, Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen Bersihkan Saluran Drainase dan Badan Jalan

Dengan kesadaran moralitas sebagai warga negara yang mencintai desa dan tanah airnya, Minggu (7/11/2021) sejumlah warga tokoh masyarakat Desa Talang Liak 2 antara lain terlihat Pisekroni mantan Kades Talang Liak 2 yang terkonfirmasi kembali ikut kontestasi pemilihan kepala desa Talang Liak 2 yang akan di gelar pada Desember mendatang, juga terlihat Dedi dan Bung Emen serta sesepuh desa Hedi Perindo bersama dengan sejumlah warga lainnya melakukan penambalan terhadap sejumlah Lubang pada badan jalan dengan material batu pasir bercampur semen.

Pisekroni menyampaikan bahwa dirinya sebelum ini sudah pernah melaporkan keadaan jalan tersebut kepada Dinas PUPR Lebong melalui Bidang Bina Marga, untuk diteruskan kepada PUPR Provinsi Bengkulu.

“Dimasa jabatan saya sebagai Kepala Desa Talang Liak 2 beberapa waktu yang lalu saya sudah pernah melaporkan keadaan jalan ini kepada pihak terkait untuk disikapi. Di samping saat turun hujan sering terjadi banjir dan dampaknya terjadi kerusakan pada badan jalan yakni menimbulkan lobang yang cukup dalam. Pada saat hujan lobang tersebut tertutup air dan menjadi penyebab timbulnya kecelakaan karena para pengguna jalan khususnya kendaraan roda 2 terperosok kedalam lobang dan terjatuh sehingga menimbulkan korban luka baik luka ringan maupun luka serius,” sebut Pisekroni.

Hal senada juga disampaikan Deddi dan Emen yang mana warga yang bertempat tinggal persis menghadap ruas jalan tersebut.

“Sudah tidak terhitung berapa kali telah terjadi kecelakaan disini khususnya pengendara kendaraan roda 2 baik itu yang menimbulkan korban kuka ringan maupun luka serius bahkan dulu pernah ada korban yang meninggal dunia. Dilaksanakannya pelebaran jalan dan dibuatnya drainase ini, kami warga disekitar sini sudah mengingatkan kepada pihak pelaksana kegiatan maupun kepada pihak PUPR kabupaten saat itu yang melakukan pengawasan dan pelaksanaan kegiatan pelebaran jalan ini bahwa konstruksi drainase yang sedang dikerjakan akan menimbulkan masalah karena telah terjadi perubahan struktur tanah yang nantinya akan berdampak pada aliran air. Namun apa yang kami sampaikan tidak ditanggapi secara positif oleh pihak pihak tersebut. Dan apa yang sudah kami perkirakan sebelum ini akhirnya menjadi kenyataan. Inilah jika kegiatan dikerjakan dan dilaksanakan hanya mengejar target tanpa memikirkan azas manfaat bagi masyarakat,” Jelas Deddi

Senada juga pernah disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa Talang Liak 1, Pip Haryono.

“Dulu pada saat pengerjaaan sudah sampaikan kepada pengawas maupun kepada pihak pelaksana pekerjaan terkait pengerjaan drainase. Perubahan struktur tanah pada titik tertentu akan menimbulkan dampak aliran air yang ada dan kini menjadi kenyataan. Ada aliran air yang dulunya sebelum dibangun drainase mengalir dari hulu ke hilir, tapi kini setelah pembangunan terjadi kebalikkannya, air mengalir dari hilir ke arah hulu. Ironisnya aliran tidak lancar dan tersendat serta menimbulkan genangan baik di halaman dan lingkungan rumah warga juga terjadi genangan pada badan jalan akhirnya akan menimbulkan kerusakkan pada jalan dan menjadi pemicu gangguan kesehatan pada masyarakat karena berpotensi menjadi peternakan nyamuk pemicu penyakit malaria dan demam berdarah,” tutup Pip Haryono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here