Tanggul Dam Sabo Kembali Jebol, Ribuan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

0
673

PEWARTA : RUDHY M FADHEL
PORTAL LEBONG – Sudah lebih dari 2 pekan tanggul Dam Sabo jebol, ribuan hektar sawah di 4 kecamatan terancam gagal panen. Sabtu (5/2/2022), untuk yang kedua kalinya dalam satu pekan ini Wakil Bupati Lebong Drs Fahrurrozi M.Pd kunjungi lokasi tanggul Dam Sabo yang jebol akibat adanya sedimentasi material batu dan pasir dampak dari tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Lebong dan wilayah hulu Sungai Air Karat yang berada di sekitar wilayah kerja perusahaan PT. Geothermal Energy Hulu Lais Lebong.

Limpahan material berupa batu dan pasir menumpuk dan terjadi pengendapan di Dam 2 Sabo sehingga mengakibatkan meluapnya air dan masuk ke lahan perkebunan dan persawahan warga. Apabila tidak ditangani segera maka air karat yang mengandung sulfur tersebut akan mengalir memasuki saluran irigasi dan akan mengalir ke areal persawahan warga yang ada di 4 kecamatan yakni Kecamatan Bingin Kuning, Lebong Sakti, Lebong Tengah dan Lebong Utara dengan luasan ribuan hektar.

Antisipasi Gagal Panen, Kopli Ansori Tinjau Langsung Tanggul Sabo dan Disambut Warga Penuh Haru

Tindaklanjuti Perintah Bupati Perbaiki Tanggul Sabo Bungin, Sekda Lebong Pimpin Rakor

ttps://portalbengkulu.com/2021/04/tanggap-bencana-wabup-fahrurrozi-kembali-pastikan-perbaikan-tanggul-dam-sabo-tuntas/

”Hari ini kita kembali meninjau untuk memastikan apa dan bagaimana penanganan yang semestinya harus kita lakukan terhadap musibah jebol/ambrolnya kembali tanggul Dam Sabo. Karena jika tidak kita tangani dengan segera, maka dampak yang akan timbul terhadap lahan persawahan warga akan sangat buruk. Dan ini dimungkinkan menimbulkan bencana daerah yakni gagalnya panen di ribuan hektar sawah yang kini tengah memasuki musim tanam. Mengantisipasi hal buruk itu, kita berkerja sama dengan PT PGE mencoba untuk melakukan tanggap darurat dengan memperbaiki tanggul yang jebol/ambrol,” jelas Wakil Bupati saat dihubungi awak media PortalBengkulu.com melalui sambungan seluler.

Ironisnya , Balai Sumatera VII sebagai pemilik lokasi sejak seringnya tanggul Dam Sabo tersebut jebol dan ambrol yakni sejak dari 2016 hingga sekarang belum menunjukan sikap dan kegiatan yang mendasar dalam penanganan terkait berulangkalinya tanggul Dam Sabo yang ambrol/jebol ini.

Dalam Kesempatan yang sama Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga adalah Anggota DPRD Lebong Daerah Pemilihan 2, Pip Haryono yang ikut mendampingi Wakil Bupati Lebong saat meninjau lokasi menyebutkan bahwa pihaknya sudah meminta agar Pemerintah Kabupaten Lebong (TAPD) untuk menganggarkan pembelian alat berat yang nantinya diperuntukkan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar saat- saat seperti ini bisa dan dapat bertindak serta berbuat langsung sehingga tidak menunggu  bantuan pihak lain dalam menyikapi terjadinya bencana .
“Saya sudah menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lebong/TAPD untuk mengganggarkan pembelian alat berat yang sesuai spesifikasi penanganan bencana seperti ini. Dan alat tersebut diperuntukkan bagi BPBD. Namun dengan berbagai dalih sehingga hal tersebut belum terlaksana hingga sekarang ini. Seperti yang kita lihat sekarang ini kita terpaksa selalu meminta bantuan ke pihak lain saat terjadi bencana yang mengancam kelangsungan kehidupan dan hajad dasar masyarakat,” tutup Pip Haryono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here